Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alice

Alice

My babu Gatha Gak modal banget lu Aurisat Bodoamat, yang punya aja gak ngomel Lialol Gas kan ae lah, gw juga bosen dirumah Nialos Aku gak ikut, adek ku sakit Aurisat Yaelah ribet amat tinggal telantarin aja My babu Gatha Sesat Lialol 2 Nialos 3 Alice cantik Setuju nih gw sama Auri My babu Gatha Ketuanya aja udah sesat, apalagi anggotanya Alice cantik Kalau mau kerumah gw, mending gak usah ke apart gw aja Aurisat OTW (read) Alice menutup ponselnya ia segera membersihkan badan dan pergi ke apartemennya. Alice memang punya Apartemen sendiri dengan uangnya sendiri, tidak ada yang tau termasuk keluarganya.
105.8K viewsOn holdAdded to Library 213 Times as lu yu
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lu yu
Read
+Library
LAILA

LAILA

Nawa bicara ke aku, “Hantu tidak mungkin bicara sejelas itu.” Aku setuju dengan pendapat Nawa, lalu kami memberanikan diri mendekatinya dan benar dia hanya gadis biasa. Bahkan dia memperkenalkan diri, “Namaku Yuri. Kalian ingin tahu cara memanggil sosok misterius itu? Ayo ikut aku!” Aku dan Nawa bingung, tapi kami juga penasaran dengan sosok yang dimaksud Yuri. Dalam perjalanan, Nawa bertanya kepada Yuri, ”Kamu bisa ceritakan tentang sosok yang kamu maksud?”
107.1K viewsCompletedAdded to Library 263 Times as lu yu
Read
+Library
Lusia

Lusia

“Kenapa jarak tiap bangunan di tempat ini seperti jarak tiga lapangan base ball.... “ dumel Lusia, ia kembali menarik nafas panjang. Mengisi paru – parunya dengan udara bebas dengan cara yang serakah. “Ah kamu baru saja menyadarkanku, bahwa aku terlalu kaya.... “ Aaron malah menganggap omelan Lusia sebagai pujian, “Kadang, menjadi kaya memang bisa sangat merepotkan... “ imbuh Aaron. Dua ucapan menyebalkan yang Lusia dengar, Lusia meniru ucapan Aaron dengan memonyongkan bibirnya tanpa membuat suara. Ekspresi dan gerak bibir Lusia terlihat sangat menjengkelkan untung saja Aaron tidak melihatnya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as lu yu
Read
+Library
LALI

LALI

Senyuman manis keluar di bibir mak Yem, meski hanya secepat kilat. Hari ini jalanan cukup padat. Harun sengaja memilih berjalan kaki untuk menuju stasiun. Langkahnya santai tapi semangat membara di dada. Pandangannya lurus ke depan. Tidak jelalatan seperti ketika ia jalan-jalan menikmati suasana malam. Tas kecil di cangklong di pundak kiri. Kaos oblong berwarna putih di lapisi dengan kemeja kotak-kotak dengan kancing yang tetap di biarkan terbuka. Wajahnya yang tampan dan kulitnya yang bersih membuat gadis-gadis yang tak sengaja berpapasan pasti akan melirik.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as lu yu
Read
+Library
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Wajah mulus dan putih bersinar saat pertama kali aku menatapnya. “Selamat atas buku keduamu.” Dia tersenyum lebar sambil menunjukkan deretan gigi putih yang rapi. “I Saed Lupyu katamu?” “SAE!!!!” teriakku.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as lu yu
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Sepertinya ada kecelakaan, Yu.” “Apa kamu lelah, aku bisa menggantikan kamu menyetir jika kamu lelah, Ndra,” tawar Hayu. “Tenang saja, aku bisa melakukan itu, jangan meremehkan kemampuanku. aku tidak akan membawamu ke surga."
105.0K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as lu yu
Read
+Library
LILY

LILY

dengus Lily. “Hahaha ... kamu benar-benar lucu sekali sih,” ujar Rayhan dengan mencubit dua pipi chubby Lily. “Haish ... lepaskan tanganmu dari pipiku, ini sakit Ray,” ujar Lily. “Hahaha ... maaf,” ucap Rayhan.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as lu yu
Read
+Library
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Tapi Yue Lu mungkin juga telah menjadi patung, memandangnya dengan tatapan tanpa ekspresi, tidak menunjukkan kecenderungan untuk membantunya. "Yue Lu, ada apa denganmu? Mengapa kamu tidak mau membantuku? Bukankah kamu pernah menyatakan perasaanmu, mengatakan bahwa kamu sangat menyukaiku? Bahwa kamu akan melakukan apa saja untukku? Apa semua perkataanmu di masa lalu adalah kebohongan? Kau pria penipu, kenapa kau tidak mau menolongku? Kau penipu besar..." Lily meratap. Namun, air matanya tidak mempengaruhi Yue Lu, hanya menyulut kemarahannya hingga dia menunjuk-nunjuk dan melontarkan cacian.
9.2116.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as lu yu
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status