GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM
Tangannya menggenggam gagangnya kuat-kuat, matanya menatap bayangan dirinya sendiri di permukaan baja.
“Kamu gadis bodoh yang beruntung, Livia… terlalu manis, terlalu naif… terlalu cocok jadi korban.”
Langkah kakinya pelan. Pelan tapi penuh tekanan. Ia mulai berjalan ke arah ruang tengah, menyembunyikan pisau itu di balik lengan sweaternya yang longgar.
Livia, yang duduk sambil menatap ke luar jendela, tak menyadari apa pun. Bibirnya tampak menggumam lagu kecil, tubuhnya sedikit gemetar karena dingin.