Sentuhan Panas Editorku
Luka robek itu terbuka lebar, dan dalam sekejap, darah merah pekat mengucur deras.
Darah itu menetes dengan cepat, membasahi lantai kayu kamar dan membuat noda merah yang kontras dengan cahaya sore yang hangat. Wildan memegangi lengannya, berusaha menekan luka tersebut, namun darah tetap merembes di sela-sela jarinya.
Dimas menyunggingkan seulas senyum bengis. Melihat darah itu justru membuatnya merasa di atas angin. Ia menjilat bibirnya sendiri, tampak sangat puas melihat korbannya terluka.
Hot Chapters