JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!
Byurrr!
Aku gelagapan, tak siap ketika seember air sedingin es mengguyur tubuhku tanpa ampun. Aku terpaksa menghentikan aktingku, dan karenanya, kini leluasa menjerit. Ya Tuhan, kakiku sakit sekali. Ada darah yang mengalir di kaki, di lengan, dan … di wajah. Oh, rasa sakit yang bertubi-tubi rupanya membuatku tak menyadari bagian mana saja yang sakit. Dan kini, tiba-tiba saja, melihat darah menetes dari wajah, aku merasakan sakit yang amat sangat. Sepertinya wajahku tergores terlalu dalam.
"Bangun juga kau akhirnya pecundang!"
Chapitres populaires