Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melukis

Melukis

Tian tersenyum tipis melihat tingkah Raina. Mereka berdua pun berangkat bersama. Kelas dimulai dengan mata pelajaran seni, dan materi yang diberikan hari ini tentang lukisan. Murid-murid diberikan tugas untuk melukis tentang suasana hati mereka saat ini. Tian masih berpikir apa yang harus ia lukiskan, sedangkan Raina sudah mulai memilih warna dan bahkan telah memberikan satu-dua sentuhan kuas di kanvas nya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Kesatria Tangan Peniru

Kesatria Tangan Peniru

Setelah memasuki ruang kerja, Carl mengeluarkan dua lukisan dan kaligrafi serta sebuah buku salinan untuk dia pamerkan. Setelah lulus kuliah, Krisna bergabung dengan Perusahaan Express dan berhubungan dengan banyak tulisan kaligrafi dan lukisan selebriti. Sejujurnya, lukisan dan kaligrafi Carl tidak terlalu bagus. Namun, dia tidak bisa mengatakannya secara terbuka, karena dia akan menyinggung perasaan orang lain jika dia mengatakan yang sebenarnya. Lalu dia berpikir, "Saya tidak punya banyak penelitian tentang kaligrafi dan lukisan, tapi kedua lukisan dan font ini terlihat sangat biasa, tapi..."
1019.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Pewaris CEO yang Terbuang

Pewaris CEO yang Terbuang

ucap Luke menyingkir dari kursi. Rose menatap lukisannya yang terpajang dengan sempurna. Luke tidak bicara omong kosong, ia telah menyelesaikan lukisan Taj Mahal. Menyulapnya menjadi maha karya yang indah. Dan goresan akhir yang diberikan Luke sangat sesuai dengan keinginannya, seolah ia dan Luke memiliki darah seni yang sama. Harus diakui bahwa pria ini memang seorang pelukis yang bertangan dingin. Ia selalu bisa memberikan nyawa dan rasa pada setiap goresannya. "Besok aku tidak akan membawa lukisan ini ke kampus. Ini bukan hasil karyaku. Aku tidak mau menang dengan cara yang curang."
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Sketsa

Sketsa

“Hmm, kapan aku bisa meikmati hidupku seperti mereka dan menemukanmu?” Manik gadis itu menyorot satu pigura besar yang di dalamnya terdapat lukisan laki-laki dengan rambut hitam legam dengan manik biru yang indah. Di bawah lukisan tersebut ada tulisan kecil bertuliskan ‘Gerald’. ***
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Konglomerat

Tuan Muda Konglomerat

kata Indra sambil menerima lukisan itu. Sean juga merasa penasaran dan langsung menatap kearah lukisan itu. Ini adalah sebuah lukisan kaligrafi yang terbuat dari kain bludru berwarna kuning. terlihat begitu cantik. Terlihat gunung dan air pada lukisan itu dengan tulisan yang ada di sampingnya menambah keeleganannya. Indra mulai menelitinya, Lubis dan Sendi juga menatapnya dengan penasaran.
9.1120.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Properti itu dipenuhi harta karun langka, termasuk lukisan, ukiran, patung, permadani, fresko, dan bahkan karikatur. Otto datang untuk melihat lukisan Rusia karya Mikhail Romadin.DiIa berhenti di depannya, tangannya di belakang punggung. Judulnya ‘Menatap dengan Tak Acuh’. Karya cat minyak di atas kanvas yang penuh warna itu menggambarkan kerumunan orang yang tak berujung—dari berbagai lapisan masyarakat—menatap ledakan nuklir di kejauhan dengan acuh tak acuh.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

"Dia datang untuk mengejar ketenaran. Lakukan saja dan carikan pekerjaan sepele yang bisa dia lakukan. Anak-anak muda seperti ini nggak begitu sabar dan akan pulang setelah cukup bermain." "..." Pak Susanto berterus terang. Apa lagi yang bisa Kayla katakan? Dia membuka resumenya dan melihat pria di foto itu terlihat tampan dan senyuman tersungging di bibirnya. Meskipun tidak mempelajari jurusannya di perguruan tinggi, dia telah melukis sejak kecil, bahkan memenangkan penghargaan seni lukis dan pekerjaannya sebagai asisten sudah lebih dari cukup. Semoga orang itu tidak akan bersikap sombong dan menindas orang lain karena latar belakang keluarganya.
9.6576.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.8K kali sebagai lukisan kusni kasdut
Tampilkan Ulasan (172)
Baca
+Pustaka
Pricilia Preicy
Terima kasih byk thor sdh UP byk tetap semangat dlm berkarya ya thor, ku berharap Siska akan kembali mencintai Ray apalg dgn smua pengorbanan yg Ray lakukan berharap Ray & Siska akan kembali bersama, Menikah lagi & punya anak yg sehat Happy Ending semoga yaa thor kabulkanlah
Binjhe NurJanah
Aku baru baca sampai bab 95, bab ke berapa Theo mulai gak nyebelin? Dia sama sekali gak nunjukin ke Kayla kalo dia sayang ke Kayla. Tapi selalu bikin emosi Kayla dengan selalu belain raline. Udah sampai bosen bacanyaaaaa, tapi penasaran kapan Theo sadar dan gak akan bela raline lagi????
Baca Semua Ulasan
The Scars

The Scars

ucap Yama yang baru saja keluar dari sebuah pintu. Kaluna menatap semua lukisan yang ada di sana termasuk lukisan yang dipesan oleh Pak Bos. Namun netranya terhenti saat Ia melihat sebuah lukisan hitam putih dalam sketsa kayu. Lukisan yang tak asing di mata Kaluna. Kaluna mengeluarkan sebuah kertas yang selalu Ia simpan di dalam dompetnya. Sebuah kertas buram yang sudah sedikit kumal berisi gambaran yang hampir mirip dengan yang dilihatnya sekarang.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

jelas si pesepeda sambil sesekali meringis menahan sakit di lututnya. “Wow, gambarmu bagus juga. Apakah itu untuk kekasihmu?” tanya pesepeda itu yang sekarang kita tahu dia bernama Lintang. “Oh, ini? Bukan, dia hanya seorang gadis yang saya ciptakan sendiri. Saya masih belajar membuat sketsa wajah.” tukasnya pria yang langsung merapikan alat-alat lukisnya dan ia masukkan ke dalam tasnya. Tetapi gadis tersebut menahannya dan segera meminta buku sketsa tersebut untuk dilihatnya. Timbul ketertarikan untuk melihat beberapa lembar dari buku tersebut. Mereka memulai obrolan tersebut tepat di gambar sebuah burung kenari yang terbang melintang diantara kedua ranting pohon.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Balada Ming Yuan

Balada Ming Yuan

"Aku … aku menyimpan lukisan Xun Er. Aku menjaganya dengan sangat baik selama bertahun-tahun ini. Tapi entah siapa yang melakukannya, tiba-tiba lukisan itu menjadi rusak. Semuanya terpotong tidak karuan. Ketika aku berniat menggambar wajahnya lagi melalui bantuan pelukis terbaik, pelukis itu malah meninggal." Kasim Li menarik nafas panjang. Ia secara hati-hati menanggapi. "Paduka tidak perlu risau, di dunia ini ada banyak pelukis terhebat, Paduka bisa meminta mereka menggambar wajah Yang Mulia Ratu Xiao Xun kembali." Kaisar tersenyum lebar. "Kamu benar, kamu benar."
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai lukisan kusni kasdut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status