Neraka untuk Maduku
Dia berdiri menghampiriku, mendengus ke arahku, kemudian memegang rambutku.
"Oh," ucapnya kemudian yang membuatku salah tingkah.
"Indah membanting hpnya, apa ada hubungannya denganmu?" Selidik Bunda. Aku mengangkat daguku dengan mata membulat.
"Dia marah-marah nggak jelas, terus di banting hpnya."
"Ibu dimana?"
"Ibumu keluar, pengen makan Bakso di dekat taman."
"Indah?"
"Ada di kamar mandi barusan masuk," jawab Bunda. "Stress dia, dah puluhan kali bolak balik kamar mandi. Ramuan Ibumu manjur," lanjut Ibu.
Hot Chapters