Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOVE GAME

LOVE GAME

Aku kembali merebahkan diriku dan mencoba melupakan kejadian tadi. Game sialan! Sungguh aku membenci game itu sekarang, karena aku merasa sangat bersalah telah menyebabkan pasangan tadi bertengkar. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Kenapa aku mau-mau saja berdrama seperti tadi? Ini semua salahku, kalau saja aku menolak dengan tegas walau mungkin teman-teman akan marah padaku. Pasti aku tidak akan menyebabkan oranglain bertengkar seperti tadi.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
My Bad Boss

My Bad Boss

teriakku marah. "APA?? TIDAK MAU!!" tolaknya yang juga berteriak. "BERSIHKAN SEKARANG!!" ucapku dengan nada memerintah. "TIDAK!!" bantahnya tetap tidak mau membersihkan ruangan lautan kondom bekas itu. "BERSIHKAN MR.MAXIMILIAN!!" "TIDAK MAU! AKU INI BOSMU BUKAN BABUMU!" "AKU TIDAK PERDULI DENGAN KAU BOSKU ATAU BUKAN! SEKARANG BERSIHKAN RUANGAN ITU!"
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Another Maze

Another Maze

Dia lalu iseng mengetikkan kembali sebuah kode. Blap! Dari pancaran cahaya biru terang mendadak muncul sebuah boss monster zombie Nemesis dari karakter game 3D. “Bagaimana dengan ini? Boss zombie yang sangat sulit ditaklukkan!” ucap Hans kegirangan. Seisi ruangan bertambah gaduh, mereka sampai berdesak-desakkan menyelamatkan diri, keluar berhamburan dari ruangan. Xena spontan mendekap Hans dari belakang, “Bisakah kau hentikan bercandamu ini?”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

BAB 67 Kemarahan "Aku 'kan hanya menggodamu saja, tidak serius ingin kopi pahit," ujar Atha membuat Anisa mengerucutkan bibirnya. "Pokoknya kamu harus habiskan! titik." Anisa langsung bangkit saat mendengar suara tangisan Haidar, meninggalkan Atha yang terbengong melihat tingkahnya. "Harusnya tadi aku tidak mengodanya," keluh Atha lalu menyeruput kopi dan mengeryit tidak suka karena pahit sekali.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Modern maid

Modern maid

"Ayo katakan kesalahan fatal yang kamu perbuat." "Sudahlah, intinya anda itu jahat dan kejam." ucap bi Marsiah mengalihkan perhatian kedua orang tersebut yang asyik bicara. "Seharusnya anda bisa memaafkan kesalahan keponakan saya. Sekalipun mungkin itu mungkin fatal. Tapi, fatal itu apa ya, Mil?" "Uhm, fatal itu sesuatu yang tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi."
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Marry My Maid

Marry My Maid

Dan Robby semakin menambah kecepatan mobil nya membelah jalanan ibukota. *** Mindy terlihat sedang menekan bel rumah mertua Cyra berulang kali. Namun, belum ada juga respon dari dalam. “rumah nya kok sepi, apa Cyra masih tidur? Ah tapi tidak mungkin.” Ujar Mindy bermonolog sendiri. Saat ia hendak menghubungi Cyra, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka menampilkan sang asisten rumah tangga. “bi.” Sapa Mindy tersenyum ramah.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau DiMadu

Aku Tak Mau DiMadu

"Aku malah khawatir Mas Boy diguna-guna." "Diguna-guna?!" Umi Mae terkejut mendengar pernyataan itu, matanya membesar. "Kamu ini bicara apa? Nggak mungkin, Nak!" tegasnya tak percaya. "Itu bisa saja, Umi." Yumna mengangguk dengan mantap, matanya penuh keyakinan "Dan aku yakin ... yang guna-guna Mas Boy pasti Naya, supaya nanti Mas Boy luluh dan mau menikahinya."
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU

MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU

MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU Bab 12 Hamil "Huwek!" "Huwek!" "Kamu kenapa, Mel?" "Gak tahu, Mbak. Nyium bau nasi goreng malah mual banget. Huwek ... huwek."
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Batal Di Madu

Batal Di Madu

“Aduh Vio, syukur kalau dia tahu, jadi enggak seenaknya marah-marah enggak jelas, “ rutuk Oma Dora sambil berdiri berniat untuk membukakan pintu kamarnya. *** Pintu kamar pun terbuka. Tampak berdiri tegap sekarang pria tampan dengan raut wajah yang sedikit sulit ditebak antara marah dan bingung. “Ada apa?” tanya Oma Dora tersenyum kecil. “I—itu ... anu ...O—Oma ...” “Kenapa kamu menjadi gagap gitu? Mencari Vio atau Oma sih? Kamu terpesona ya pada pandangan pertama dengan Oma? Seperti di sinetron ya? Biasanya kan diawali dengan pertengkaran setelah itu pandang -pandangan, dan berakhir di pelaminan,” goda Oma Dora tersenyum memperlihatkan deretan gigi palsunya yang putih.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Aku yakin, Paman takkan berani menggangguku lagi. Semalam aku tidak bisa tidur dan kantung mataku menjadi lebar seperti panda. Menyebalkan! Aku jadi harus memakai banyak makeup untuk menutupinya. Padahal aku tidak suka memakai banyak makeup karena kulitku begitu sensitif. “Tamara!” “Iya Mom!”
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai mad out game
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status