Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LORO

LORO

Tidak ada yang mengetahui letak ruangan tersembunyi yang menyimpan rahasia besar dari seorang permaisuri Majapahit. Tengah malam dia datang membawa sebuah obor. Ruangan gelap nan sunyi lekas menjadi terang benderang dan dipenuhi derap kaki dari sepatu kulit yang ia kenakan. Gaunnya menyeret tanah. Namun tidak membuatnya terganggu sedikit pun. Ia berbelok ke arah kanan mengikuti alur tumbuhan merambat yang menjadi penutup sebuah ruangan rahasia. Tepat di balik semak, ia membuka sebongkah kayu. Permaisuri masuk ke dalam lubang kayu tersebut. Ia kembali melangkah ke bawah yang memiliki lebih dari dua terowongan.
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
Another Maze

Another Maze

Suara para monster yang menggelegar ditambah penampilannya yang mengerikan membuat suasana kala itu semakin mencekam. Dengan penuh ketakutan Zora terus berlari. Dengan pandangan menunduk, dirinya tidak sadar menabrak Neirda. Bruak! Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam portal tersebut. ** Di dalam lorong portal. Neirda tampak terbang melayang-layang. Suasana di sekelilingnya kental dengan misteri. Lorong yang berkabut dengan nuansa dinding merah gelap, bergerak membentuk spiral berputar-putar.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
Four Moons

Four Moons

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya kesabaran bu Sinta membuahkan hasil, jalanan mulai longgar dan mobil yang dikendarainya bisa melaju dengan lancar. Sekitar 15 menit kemudian, akhirnya bu Sinta memasuki pekarangan rumah yang di atasnya terdapat tulisan ‘Sanggar Seni Kenangan’, tulisan itu membuat bu Sinta semakin yakin jika dirinya tidak salah. Bu Sinta memarkir mobilnya di depan sanggar, lalu beliau masuk dengan langkah yang perlahan, bu Sinta melihat ke sekelilingnya, beliau tidak menyangka jika sanggar yang telah diperbincangkan oleh banyak orang ini, hanyalah sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi memiliki aura yang hangat, selama ini bu Sinta mengiranya ‘Sanggar Seni Kenangan’
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
MINE

MINE

Kevin memberikan kunci itu pada Adam. "Lihat sekitarmu dan jangan lengah." Pesan Davin pada Kevin. Suasana ruangan di bawah sangatlah pengap dan berdebu. Ukurannya tidak luas, namun di sebelah kanan terdapat lorong panjang yang sangat gelap. Davin dan Adam yang penasaran mulai mengikuti ke mana arah lorong itu akan berakhir. Mata mereka menyipit berusaha untuk melihat dengan jelas apa yang ada di sekitarnya. Mengingat jika semakin jauh, cahaya akan semakin menghilang dan oksigen juga berkurang, bahkan Adam sudah mulai batuk beberapa kali.
1034.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
MY TREASURE

MY TREASURE

Tunjuknya pada bangku panjang yang tak jauh dari area permainan. Jasmin tampak senang saat permainan mulai berjalan, dia melambaikan tangannya pada Diana. Dasar, memangnya kami akan pergi ke mana. Setelah puas bermain Flaying Dumbo, Jasmin lagi-lagi menyeretku ke Mad Hatters Cup, kemudian Alice’s Maze, dan gelinya, kami mencoba permainan My Scream Monster.
10107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

Aku berjalan mengikutinya dan mengambil buku itu. Aku melihat arah tujuan dia berjalan. Hem. Kami satu kampus rupanya. Menarik. Dia memasuki kampus dengan celenga-celengok. Heh. Dia masih MABA aja udah terlambat. "Ngapain kau masuk!" Teriakan Bobi yang merupakan salah satu panitia MOS. Setiap orang menatap wanita itu. Dia tampak pucat sambil membalikkan badan.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
Game of Love

Game of Love

Bella menendang kejantanan si pria dan secepatnya ia melarikan diri, tetapi dua pria lainnya mengejarnya seperti anjing pemburu di sepanjang jalang berupa lorong yang di apit dua bangunan. Satu dari dua orang itu menerkam Bella, hingga tubuhnya tersungkur menghantam jalanan di lorong sepi tersebut yang memiliki penerangan temaram. "To-Tolong!" Bella berusaha teriak. Namun, ada sesuatu yang terasa sangat menyakitkan menyerang tenggorokannya. Dia merabanya; basah dan bau amis menyengat ke indera penciuman. Bella berdarah.
102.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
LOL

LOL

tanya si ibu lagi “Entahlah Ma, kami pun tidak tahu.” Balas Liza “Baiklah lanjutkan apa yang sedang kalian lakukan.” Ibu Liza pergi, saat ini mereka berdua sedang membongkar ransel Nira, sebuah buku kecil berwarna cream dengan pena senada yang menggantung di sampingnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai love maze
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status