Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wagiman

Wagiman

teriak Ezza sembari mengacungkan tanganya memanggil waiters. “Kamu pesen apa?” tanyaku ke Ezza. “Coklat hazelnut,” jawab Ezza singkat. “Yaudah aku sama,” ucapku singkat. Ezza lalu berdiri untuk memesankan menu yang sama seperti dia dan setelah selesai dia bergegas kembali dengan lari-lari kecil menuju arahku. “Gimana gimana Man?” tanya Ezza dengan sangat antusias. “Hmmm.. gini Zaa,” ucapku mengawali cerita panjang tentang siapa Andhini.
9.29.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

sahut Martin menarik napas panjang. "Mama lupa cerita sama Papa. Semalam Mama mimpi, Sabrina menangis. Dia menangis karena cincinnya terlepas dari jari manisnya," ucap Sinta menahan tangis. "Dan dia minta tolong sama Mama ...." Rumah Bunda Sania "Mas Doni, kamu mau pakai yang polos atau yang bercorak dasinya?" Suara seorang wanita yang membawa beberapa pilihan dasi untuk dipilih Doni pagi itu.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 730 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Rahasia di Rumah Maduku

Rahasia di Rumah Maduku

Mak Sumi pergi tanpa menunggu jawabanku. Sesaat kemudian ia kembali dengan sepiring nasi, sayur lodeh, serta tempe goreng untukku. "Ini, makanlah." Mak Sumi meletakkan makanan yang ia bawa di mejaku. Aku mengangguk, dalam waktu singkat aku langsung menghabiskan makanan ini. Seketika perutku terasa kenyang, dan aku kembali bertenaga. *** [Datanglah ke rumah. Kita akan melaksanakan selamatan tujuh hari kematian Farhan.]
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Maduku Sayang

Maduku Sayang

Memang diberi makan, tetapi bagaimana bisa jika kedua tangan diikat di belakang? "Kalian tidak ubahnya binatang!" umpat Vidia. Ardina hanya melempar senyum menatap kasihan pada madu tersayangnya. "Vidia? Vidia, kamu di mana?" Suara Shella terdengar lirih, rupanya sudah sadar. "Shella." Air mata si pelakor jatuh tanpa permisi. "Kamu baik-baik aja, 'kan?" "Iya, Vid. Kamu harus kuat. Kita akan memikirkan cara untuk balas dendam!"
9.927.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

Aku bisa merasakan keraguan di matanya, namun disaat yang sama, aku juga melihat ada perasaan lega yang tersirat. “Sebenarnya—di tengkuk lehermu ada sebuah tanda lahir, dan tanda lahir itu—mirip dengan putra ke empat raja terdahulu.” “Jadi—aku benar-benar seorang Shirea ? Apa itu berarti jika aku hidup, putra ke empat juga masih hidup?”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Konfirmasi Cinta

Konfirmasi Cinta

Arshima tidak menyangka, bila Rendra masih mengenali dan menyusul ia keluar dari cafe. Sekali lagi, Arshima di buat tercengang oleh pesona Rendra. Rendra yang memakai kemeja biru dengan lengan yang di lipat keatas sampai siku. Membuat Rendra terlihat lebih tampan nan gagah. Arshima diam terpaku tidak percaya, Rendra kini berada di hadapan matanya. Jantung Arshima kembali berdetak lebih cepat, dan perasaannya kembali gelisah tidak karuan. Ingin kabur dan menghilang dari sana. Namun Arshima ingat, bahwa ia tidak memiliki jurus Hiraishin no jutsu, yang sering di gunakan oleh Minato di serial anime yang biasa ia tonton.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

panggil jihan di bibir pintu. "Eh, Mama. Sudah matang, Ma, makanannya?" tanya Alea kepada sang ibu. "Sudah, Sayang. Maaf, Mama hanya memasakkan ini untukmu," ucap Jihan kepada Alea. "Gak apa-apa kok, Ma," jawab Alea yang sudah membuka mulutnya dan bersiap untuk menerima suapan dari sang mama. Alea kembali bermain. Tak lupa ia berbicara sendiri layaknya ada teman bermain.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Dara Ameera

Dara Ameera

ujar Dara, sebelum akhirnya sosok itu menghilang dari pandangan Farhan. "Permisi, anda ingin memesan apa?" tanya sang pelayan. Farhan terkekeh pelan, ia lupa jika sang pelayan itu masih berdiri di depan mejanya. "Aku ingin satu porsi sup iga sapi," ucapnya. Ayolah, ia tidak akan tega untuk memanfaatkan Dara. "Hanya itu?" Farhan mengangguk. "Iya hanya itu," "Baiklah pak, tunggu sebentar ya. Kami akan segera menghidangkan nya,"
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

panggil seseorang yang membuat Aryo menoleh ke belakang. Sosok wanita berambut panjang hitam lebat tengah mematung di belakangnya, keberadaannya bukanlah mimpi, tapi Aryo selalu menyamakannya dengan mimpi buruk yang tidak berkesudahan. Akan tetapi, hatinya merasa berbunga kala melihat Maira kembali menghampiri dengan wajah yang berseri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

kataku saat Ira mengangsurkan piring di tangannya. Satu centong nasi ditambah lauk ayam goreng madu telah kuterima. Di piring lain juga ada sambal tomat, cah kangkung campur udang yang pasti hanya untukku karena Ira alergi krustasea, dan beberapa menu nusantara lainnya. Memang bukan menu untuk sebuah makan malam romantis, tapi aku sangat menghargai usahanya menyiapkan semua ini. Sekali lagi ia menyunggingkan senyum tipis yang meneduhkan hati. “Doa dulu!” pintanya.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status