Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Mada adalah Dewa Perang berjuluk Zero, tentara paling kuat dari organisasi militer rahasia bernama Leviathan Army. Keperkasaan dan kekuatan fisiknya yang membuatnya menjadi tentara bayaran paling kuat Leviathan Army. Sayang, misi rahasia dua tahun lalu membuatnya terluka parah. Beruntung, ada Fasya, mantan asisten Claire, yang menyelamatkan Mada di tengah sekaratnya akibat jatuh dari tebing curam. Ingatan Mada bisa pulih, tapi dia harus menjalani terapi selama dua tahun penuh.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Air matanya mengalir pula ketika mendengar fakta bahwa Mahamara adalah jelmaan dari kerabat jauhnya yang bernama Dyah Manila di masa lalu. “Hyang Amarabhawana?” Sasarada memanggil nama Hyang Amarabhawana. “Ya. . .” “Bisakah aku mengajukan pertanyaan?” “Tentu saja. Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?” Sasarada menatap ke tanah lapang dan merasakan gelombang besar di sekitar dirinya yang diakibatkan oleh panah milik Hyang Yuda yang dilepaskannya. Dengan napas dan suara yang lemah, Sasarada mengajukan pertanyaan kepada Hyang Amarabhawana.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

lanjut Djaya. “Sepertinya kau butuh asisten untuk mengatasi ini,” ucap Herrscher spontan. “Siapa?” tanya Djaya. “Mada.” “Ah kukira kau akan menyebut Shamar. Ah, sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya. Apa kabar dia sekarang?” Djaya mulai mengenang sosok Shamar. Penguasa hanya kebingungan mendengarkan pembicaraan diantara mereka bertiga. Dia masih berlutut memohon kepada Djaya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Setelah selesai merekam, Randi langsung mengembalikan ponsel Risa. "Udah, kan?" Tanyanya. Risa tersenyum lalu mengangguk. "Oke, kalau gitu sekarang aku boleh minta apa aja, kan?" "Tentu." Risa tersenyum. "Okay, kalau gitu aku mau bakso, nasi goreng, cireng—" "Satu-satu, kita cari dulu yang paling terdekat di sini karena aku sudah sangat lapar." Randi membekap mulut Risa dengan telapak tangannya, jika tidak begitu Risa tidak akan diam.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Asmara Ghina

Asmara Ghina

seru Bela mengambil sepotong nugget. "Tau, tuh! Si Reza, biasa, dapat dari pengagum rahasianya," tukas Andi dengan mulut masih penuh makan. "Masih belum ketahuan siapa pengirimnya?" Andi menggeleng. "Aneh, kenapa bisa serapi itu, ya? Aku yakin yang ngirim itu orang terdekat," ucap Bela lagi. "Orang terdekat? Andi?" celetuk Ghina yang menghentikan sejenak aktivitas menulisnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

pinta Jasmine tanpa menoleh ke lawan bicara. "Mangga muda memang rasanya asam, Nya." "Saya mau mangga muda, tapi yang rasanya tidak asam. Ada kok, Bi. Dulu kakak saya waktu hamil makan mangga itu." Jasmine menatap ke arah bi Mar, wanita paruh baya itu tertunduk. "Ba-baiklah, Bibi ke pasar dulu ya, Nya." Bi Mar bingung atas permintaan majikannya itu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Lasmi mengerakkan dagunya ke arah Handa, Damar segera mengalihkan pandangannya mengikuti isyarat yang diberikan sang ibu. Damar membuang nafas kasar, menatap wajah sendu Handa. "Makan dulu Han! Nanti kita bicarakan bersama." Handa mengangguk pelan lalu mulai menyuapkan soto ke dalam mulutnya. Tak lama setelah makanan masuk kedalam mulutnya, Handa segera meraih es teh didepannya. "Mas Damar!" Handa mendelik menantap Damar yang justru hanya tersenyum sambil mengangkat tanganya sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.
1034.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 966 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

"Masak rendang, ganti baju dulu, nanti langsung makan." "Makasih ya," ucapnya sambil tersenyum. Tidak lama kemudian Mas Dirga terlihat keluar dari kamarnya, dia nampak sedang bicara di ponsel. "Iya, Bu... Nanti malam aja ya, aku capek sekali Bu." "Kamu harus datang! Ibu masak yang banyak." "Kalo begitu aku akan mengajak Mariana ya," ucapnya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Sejak Amara datang ke meja makan, Mira tidak bisa memalingkan pandangannya dari penampilan sang kakak tiri. Yang Mira tahu, Amara bukanlah orang yang memperhatikan penampilan. Outfitnya selalu sangat kuno dan terlihat tidak enak dipandang. Ekpresinya selalu meledak-ledak seolah emosinya akan meluap setiap saat. Semua orang selalu sangat enggan dan canggung jika harus menghadapi perempuan itu.
353 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Dara  Amara

Dara Amara

Shhhh Ahhhh Adara mengerang kesakitan sembari menatap Wajah Intan yang menahan sakitnya goresan itu. Adara menikmati hal itu. Setiap pisau yang dirinya asah, dicobanya pada paha Intan. Paha mulus milik Intan sudah tidak lagi putih bersih. Darah sudah mengalir membasahi kakinya. Pedih. Begitu pedih dirasakan gadis ini. Namun,Adara tetaplah Adara. Ia tidak akan pernah mau peduli. "Aku masih terlalu baik teman"
103.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai madara sel hashirama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status