Main Api dengan Mafia
Ia memilih sebuah kafe mungil di pojok kota yang tak terlalu ramai, namun cukup terbuka untuk membuatnya merasa aman.
Hujan gerimis turun saat Nayla melangkah masuk, membiarkan aroma kopi dan kayu manis menyapa indra penciumannya. Ia memilih duduk di pojok, memesan segelas americano, dan menunggu. Detik demi detik berlalu, namun pikirannya tidak tenang. Bukan karena takut—tapi karena rasa penasaran yang menggumpal, menyentak logika.
Tak lama kemudian, seorang pria berjas abu rapi masuk, menoleh ke sekeliling, lalu mendekat ke arahnya dengan langkah mantap.
Hot Chapters