Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dead&Queen

Dead&Queen

Kopi Titik Koma, pukul 19.30 WIB. Hujan deras mengguyur kaca jendela kafe, menciptakan pola air yang terus berubah di permukaan kaca. Suasana kafe yang biasanya nyaman dengan aroma kopi robusta dan jazz lembut, hari ini terasa pengap bagi Alma. Jari-jarinya yang ramping mengetuk-ngetuk meja kayu solid dengan ritme tidak sabar, sementara di layar MacBook-nya terbuka presentasi klien yang deadline-nya tinggal 48 jam lagi.
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

Pria itu tengah menyandarkan tubuhnya di bar VIP, jari-jarinya mengetuk permukaan marmer dengan ritme tak sabar. "Aku butuh minum. Yang kuat," geramnya pada bartender, yang langsung bergerak cepat menyiapkan Macallan 25 tahun—minuman favorit sang bos. Jio, yang duduk di sampingnya, mengamati Antonio dengan tatapan khawatir. "Boss, mungkin kau harus pelan-pelan—"
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

"Masih bertanya? Jangan bilang kamu barista profesional! Membuat minuman Americano saja kamu lupa menambahkan gula! Kamu pikir aku suka minuman sepahit ini?" Hannah berusaha mempertahankan profesionalismenya meskipun hatinya mulai bergejolak. "Tapi... Nyonya," jawabnya hati-hati, "Americano memang begitu. Campuran sari kopi dengan air biasa kedalam segelkas penuh es batu! Tanpa gula. Itu memang rasanya." "Apa? Kamu pikir aku bodoh?" nada suara Rika makin tinggi. Mata pengunjung lain membesar melihat betapa dramatisnya perempuan itu. "Aku tahu apa itu Americano! Jangan mencoba menipuku!"
1037.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 753 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
Meet With Mr. Mafia

Meet With Mr. Mafia

Justin hanya duduk tenang, menyandarkan tubuhnya di punggung kursi seraya menatap lekat wajah lawan bicaranya. “Aku tidak tertarik,” ujar Justin tenang. Berujar tanpa ekspresi. “Karena perdamaian itu tidak akan pernah ada, sampai kapanpun." “Pria yang sombong,” ucap pria itu tertawa. Hingga seorang pelayan wanita pun datang menghampiri mereka. Meletakkan dua gelas berisi anggur merah di dalamnya. “Minumlah, minuman ini dibuat khusus untukmu,” ujar Marius Rodriguez. Pria itu tersenyum pada Justin.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

Sementara bangku yang tadi kosong sudah terisi oleh seorang laki-laki. Tatapan kedua manusia itu terlihat sama-sama tertarik. Membuat Nita berinisiatif memvideo mereka dari kejauhan. Meskipun tidak akan terdengar suaranya. Maura beranjak dari kursinya bersama laki-laki itu. Nita melempar pandangannya ke arah dapur. Belum ada tanda-tanda jika pesanannya sudah selesai di bungkus. Maura tidak lagi terlihat, karena sudah berjalan keluar Cafe. Tidak berapa lama pesanan Nita diantar oleh pelayan. Setelah selesai membayar. Nita lantas bergegas mengajak putranya untuk segera meninggalkan cafe tersebut. Berniat mengikuti Maura tentunya.
18.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 506 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Setelah lima belas menit berlalu, Beni tiba di kafe yang sudah dijanjikan. Kafe Magneto ternyata tidak besar. Terletak di pertigaan, dengan fasad cat putih dan logo nama sederhana. Saat Beni mendorong pintu kaca, segumpal hawa dingin AC dan aroma kopi serta kayu manis menyambutnya. Suasananya memang ramai. Suara mesin penggiling kopi, percakapan pelanggan, dan alunan musik jazz instrumental menciptakan selimut kebisingan yang nyaman. Sempurna untuk sebuah pertemuan yang tidak ingin menarik perhatian.
104.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 125 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
MAAF

MAAF

Yuni mengambil kertas itu dan mulai membacanya satu persatu. “Apa kau mau menambahkan sesuatu?” Cahyo meraih gelas yang berisi cairan putih pekat itu, dan meminumnya setelah menciumnya dan tahu itu adalah campuran susu dan jahe. “Tidak, Mas.” Yuni cukup tahu diri, keluarganya sudah berhutang budi terlalu banyak kepada keluarga Cahyo, dan dia tidak mau teralu cerewet dengan menuntut banyak hal. Meski dia tahu
103.4K viewsOn holdIdinagdag sa Library 88 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Lalu menatap Megantara. “Kamu masih ingat aku biasanya pesan apa, kan?” Hagia menarik napas pendek. “Masih. Americano tanpa gula, kan?” “Iya. Kamu juga, less sugar saja. Mulai kurangi gulanya di coffee latte kamu.” “Ya udah. Aku bentar.” Hagia mengangguk kecil, lalu berjalan menuju deretan kedai kopi di ujung ruang tunggu. Langkahnya pelan, tetapi pikirannya jauh lebih ramai.
1014.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 289 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 135 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
Serigala Betina yang Membenci Para Alpha.

Serigala Betina yang Membenci Para Alpha.

Juga, ada berbagai toko yang diterangi dengan lampu warna-warni yang menjual berbagai macam barang, mulai dari makanan hingga pakaian dan pernak-pernik. Namun, sesuatu menarik perhatian Sera. Sebuah kedai kopi kecil bernama Café Místico, tempat yang tampak nyaman dan lucu dengan fasad biru tua dengan bintang-bintang emas. Sera duduk di kursi berlengan biru yang nyaman dan untuk pertama kalinya memegang sebuah menu. Ia menunjuk secangkir cappuccino sederhana dan membayar sejumlah uang yang ia tidak tahu apakah itu harga yang wajar atau tidak. Uang yang disimpan orang tua itu ternyata berguna.
628 viewsOngoingIdinagdag sa Library 14 Beses bilang magic coffee
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status