Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mr. Mint And Miss Coffee

Mr. Mint And Miss Coffee

Sejak tadi Andy hanya berdiri di depan meja pemesanan, tanpa mengatakan apa pun membuat gadis pelayan di depannya mau tak mau bertanya. “Satu cangkir espresso dibuat dengan suhu 90 sampai 96 derajat celcius, gunakan termometer untuk mengukur suhunya, aku tak mau terlalu panas, jadi pastikan keakuratannya. Lalu perhatikan tingkat kelarutan kopi harus sesuai 1.25 – 1.45 tds, jangan sampai salah!” Kedua mata pelayan itu hanya membelalak kaget, dia tak menyangka lelaki yang terlihat sangat tampan dengan balutan jas mahal di depannya itu ternyata seorang pelanggan yang sangat menyebalkan!
101.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as magic coffee
Read
+Library
Terjerat Gadis Manja

Terjerat Gadis Manja

Seseorang yang bisa membuatnya bahagia meskipun tak ada tindakan nyata pria itu dalam hidup Bianca. “Aku pesan Iced Americano.” Bianca kembali berucap dan Rafael segera berhenti tertawa. Tampak linglung sebentar lalu berdiri dari kursinya. “Okay, Captain!” “Jangan lupa Muffin Grean tea-nya, ya?” “Tidak ada muffin greantea, tapi Cupcake cokelat. Mau?” “Nggak masalah kalo gratis. Dan kalo emang gratis, aku ikhlas dateng tiap hari ke sini.”
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 451 Times as magic coffee
Read
+Library
Magical!

Magical!

Terluka parah karena cintanya. ' Bila memang hatimu untuk aku, salahkah ku berharap? Berharap kau memilih diriku ' Macchiato miliknya dingin. Tidak ada lagi kehangatan dari kepulan abu itu. Ia masih bisa meminumnya. Cukup enak dan pantas untuk lidahnya. Lagipula kopi ini tidak lebih dingin dari hatinya. Ia kehilangan matahari. Apalagi yang dia harapkan selain gelap dan lembab?
102.1K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as magic coffee
Read
+Library
WHO?

WHO?

Tanya Aaron yang sudah kembali kesadarannya. “Dua-duanya, laper banget gue. Gue juga tau lo kalo makan gimana banyaknya. Gak usah munak deh bro haha.” Gelak tawa merekapun akhirnya pecah diruang TV unit apartemen James. Akhirnya Aaronpun memesankan sesuai pesanan yang diucapkan oleh James, hanya saja Aaron memesan minum yang berbeda. Aaron memilih memesan Iced Toffee Coffee yang selalu ia pesan jika sedang makan di Mc’D.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 393 Times as magic coffee
Read
+Library
DUKUN 99

DUKUN 99

Bab 42 Cafe Olivier. Di paling sudut, tepatnya dekat jendela, aku dan Abigail duduk berhadapan. Dua cangkir minuman aneh disajikan di atas meja atas pesanan Abigail. "Ini apa, Nona?" Aku mengaduk permukaan cream yang didesain berbentuk hati. Senyum Abigail mengembang. "Mocca latte. Belum pernah minum, Bang?"
108.5K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as magic coffee
Read
+Library
Magic You

Magic You

"Aku sekarang ada di rumah Valen. Cih, ini semua karena alasannya mengatakan bahwa dia asma makanya aku mau ke sini. Dia membuatkan ku mie. Padahal ini mi instan, tapi kenapa rasanya sangat buruk. Antara marah dengan lucu, aku terus memakan mie ini. Padahal aku tidak suka, tapi aku terus memakannya. Dia bertanya mengenai 'pernahkah aku berpacaran'. Dan aku baru menyadari satu hal, dia adalah orang pertama yang menjadi pacarku, walau itu sebenarnya terpaksa, tapi dia yang pertama. Aku jadi aneh sendiri melihat diriku yang sekarang ini. Kenapa begitu banyak perilakuku yang semakin aneh saat bersama ni cewek. Dan kenapa juga aku sangat menikmatinya? Apakah ada yang rusak dari otakku ini? Apa sa
104.3K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as magic coffee
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Hanya sebuah helaan napas yang bisa kukeluarkan. “Dark Coffee,” ucap laki-laki itu setelah beberapa saat memandangi buku menu di tangannya. “Pesanan Anda akan segera siap, Tuan,” Mako berucap ramah. “Satu lagi untuknya,” sambung laki-laki itu sembari menunjuk kearahku. Mako kembali mengangguk lalu beranjak menjauh.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as magic coffee
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

mereka. “Yeah. Charged.” Lift rasanya lama banget. Sampai ding, pintu kebuka di lobby. “Coffee,” kata Mey cepat. “Coffee.” Di depan vending machine, bahkan pesen kopi pun berasa punya subtext. “Kamu mau apa?” tanya Rafael. “Just... black coffee.” Rafael masukin koin, pencet tombol. Dua cup jatuh, asap tipis naik.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 522 Times as magic coffee
Read
+Library
Kecupan Panas sang Mafia

Kecupan Panas sang Mafia

Seketika hening, bahkan sang MC sempat terpaku beberapa detik sebelum akhirnya berseru, "200 juta dari pria angka tujuh! Ada yang berani melawannya?" Beberapa orang berbisik-bisik, namun tak ada papan yang teracung untuk melawan penawaran dari Max. Setelah memastikan bahwa tak ada yang menawar lebih tinggi lagi, MC mengumumkan "Ya! Pemenangnya adalah pria dengan papan nomor tujuh! 200 juta untuk Jasmine si Jelita... SOLD!"
101.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as magic coffee
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Yang bernuansa romantis itu membuat Grace terkesan bahwa Marvel benar-benar pandai dalam memilih cafe ini. Mereka di sambut hangat oleh pelayan cafe. Marvel mengambil buku menu lalu ia mulai mengambil pesanan. Hari ini, Marvel akan memesan makanan yang manis. "Saya pesan Cafe Promenades D’ete, Peach Grey, Rainbow Cake, Fish Bread Ice Cream, Mendl’s Courtesan au Chocolat. Terus ini dibungkus ya, Bungeo-ppang, Yakgwa, Songpyeon, Hotteok. Minuman Macchiatonya 2."
1047.3K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as magic coffee
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status