Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Di mata kamu kayaknya aku emang selalu rewel seperti anak kecil.” Sahutan Badai membuat Padma tertawa seraya mengangguk, kemudian perempuan itu kembali kepada pegawai La Maison yang masih menunggunya. “Starbucks coffee-nya empat, sama blueberry and lavender, salted popcorn, S’mores, dan brownie batter.” Padma membayar macaron-nya begitu pegawai tersebut selesai menata macaron pilihannya. Tangannya kalah cepat dengan Badai yang langsung mengambil belanjaan Padma dalam rangka ngidam tersebut.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Semua pernik cokelat hitam dan putih berpadu ciamik dengan hijaunya tanaman hias hidup beraneka jenis di tiap sudut. Papan menu yang didisain seperti buku kayu tipis juga menarik pandang Emily, yang masih menimbang-nimbang kopi apa yang paling diinginkannya untuk menghangatkan pagi ini. "Maaf, Nona. Selamat pagi dan selamat datang di M's Brew Evertown, Anda mau pesan a.." sapa Sang Pemuda Barista 'on duty' ramah, namun tetiba berhenti sejenak, seakan ia sedikit terkejut melihat sekilas Sang Pelanggan pertama pagi ini.
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

Dia melanjutkan sendiri, "Kamu juga datang untuk minum kopi? Kopi di kafe ini memang enak. Dibandingkan kafe lain di sekitar sini, rasanya lebih enak." "Aku sudah mencoba beberapa varian. Kalau nggak salah, yang kamu pegang itu adalah amerikano khas mereka, 'kan? Rasanya memang pekat dan harum, tapi sedikit pahit. Akan lebih enak kalau dipadukan dengan kue." Reagan mendengarkan suara lembut gadis itu. Tatapannya tiba-tiba menjadi agak nakal, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis.
9.7382.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.9K kali sebagai magic coffee
Tampilkan Ulasan (96)
Baca
+Pustaka
Ira Maya
keluarga reagan keluarga yg toxic gak baik... geram pada rebecca enak aja membuat berlian seperti nadine jadi selingkuhan saja reagan bodoh... didampingi wanita baik² malah milih krikil menyesal tuch liat cctv terus... aku mau lihat reagan mengejar² nadine terus dan tersiksa atas perbuatannya
Unyek Kenyek
ceritanya menarik banget,,sbnernya aku bingung juga mau pilih Arnold atau raegan sebagi pembaca TPI kalau di RL kalau aku PCC jdi nadine aku sih mending lebih milih Arnold ya Karna di bisa menghargai wanita udah jdi sahabat adeknya jdi dri pihak kluarga Arnold lebih baik ketimbang raegan tosix
Baca Semua Ulasan
Kekasih Rahasia Ketua BEM

Kekasih Rahasia Ketua BEM

Magika memgambil hot chocolate di tas belanjaannya lalu menyeduhkannya ke dalam gelas, setelah larut dia menaburi marshmello di atasnya. Dia memberikannya pada Azzrafiq dan kembali naik ke atas tempat tidur untuk duduk di sampingnya "Cheers dulu dong." Seru Magika seraya menempelkan gelasnya pada gelas yang Azzrafiq pegang. "Cheers, pas banget ya cuaca dingin gini minum hot chocolate."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

ajaknya. "Chic Brew?" tanya Sarah, menyebutkan cafe dekat kantor yang menjadi favoritnya kalau harus lembur dengan tumpukan berkas. "Ayolah, gue traktir," Daniel lebih dulu berdiri. "Asyik! Gue mau liquid cocaine, ya," Sarah berseru, menyebutkan salah satu menu kopi yang paling strong di cafe Chic Brew dengan harga yang lumayan. "Gue nggak tanggung kalau lama-lama lo kena asam lambung, ya," peringat Daniel.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Bab 42 Cafe Olivier. Di paling sudut, tepatnya dekat jendela, aku dan Abigail duduk berhadapan. Dua cangkir minuman aneh disajikan di atas meja atas pesanan Abigail. "Ini apa, Nona?" Aku mengaduk permukaan cream yang didesain berbentuk hati. Senyum Abigail mengembang. "Mocca latte. Belum pernah minum, Bang?"
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
We need your love Morgan

We need your love Morgan

Tante Monik menyodorkan tumbler Cofee cream yang baru saja dibelinya dari coffee shop rumah sakit. "Minumlah dulu agar kamu lebih tenang sayang." Monik menyerahkan tumbler berisi coffee hangat kepada Morgan. "Terimakasih tante," ucap Morgan sopan. "Kamu tidak usah sungkan. Jadi sudah berapa lama Michele menderita penyakit kronis ini," tanya tante Monik penasaran.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
MENIKAHI TUAN MAFIA

MENIKAHI TUAN MAFIA

Termasuk pilihannya untuk mencari Saka yang sudah menunjukkan gelagat aneh ketika ia mulai bekerja di Ghanzi dua tahun yang lalu. Sim membawa Mia ke sebuah gedung dengan tiga lantai. Dari pamflet tertulis tempat itu adalah sebuah motel. Mia di ajak ke sebuah konter untuk melakukan check in kamar. Dan setelah perbincangan yang alot tentang harga kamar, Mia akhirnya mendapatkan kamar murahnya. "Pagi-pagi sekali aku akan datang membawamu ke tempat kerjanya. Sekarang istirahat lah dulu di sini."
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
BERGANTI PASANGAN

BERGANTI PASANGAN

cecar Nayyara, setelah dia mengatakan itu Nayyara menarik nafas, dan ia baru tercium aroma cappuccino dari depannya, yang mana ia yakini berasal dari Ya'qub, tepatnya parfum pria itu pastinya. Pria bermanik mata hitam pekat itu menghela nafas aneh, lalu berujar setelah mampu menenangkan degupan jantungnya yang sempat menggebu-gebu teringat sesuatu, "Americano coffee jenis apa pun akan selalu gue kenali, sedikit apapun seseorang meminumnya gue akan tetap mengetahuinya-"
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai magic coffee
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status