Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Ketelitian adalah kunci keselamatan, Maia. Sesuatu yang mungkin sulit kamu pahami karena biasanya kamu cuma pakai insting emosional. Sekarang diam, biar Mbak Vita fokus.” “Heh, jag—” “Sudah, sudah,” potong Savita pelan. Nada suaranya kini terdengar jauh lebih stabil. Dia berdiri tegak, melepaskan pegangan Maia dibahunya. “Aku siap.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Mbak Arsitek Perancang Cinta

Mbak Arsitek Perancang Cinta

“Mau kemana?” “Kita ada perlu. Lanjutkan saja kalian di sini. Selamat menikmati waktu berdua, ya. Ingat pesan Litu. Jangan berhubungan dewasa. No, no, no!” seru Kak Mahe dengan menggoyang-goyangkan telunjuk, mengingatkan gayaku ketika kesal tadi. Hmm….alamat gayaku ini menjadi bahan olok-olokan mereka. Huuft!
1091.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Dosen Mudaku

Dosen Mudaku

' To be continue~ Besok Up lagi. Jangan lupa follow author🗿
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Astaga, Rella benar-benar galau. Ia takut, kalau-kalau ada yang membaca isi surat itu. Panik karena belum menemukan benda yang seolah lebih bernilai dari emas. Juga, gelisah sebab belum mengetahui isi dalam surat. Gara-gara terlalu memikirkan satu benda, ia jadi tidak fokus mengikuti kelas pertama. Entah bagaimana pelajaran yang kedua nanti, mungkin akan terjadi hal yang sama--diberi peringatan oleh dosen pengampu, atau bahkan dikenai sanksi. Yah, sebagai mahasiswi yang dikenal patuh dan teladan, Rella mesti pandai-pandai menjaga sikap jika tak ingin mendapat cap buruk. Ibarat kata pepatah, "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

Apalagi dengan maraknya pemberitaan di televisi. “Nggak, Mah.” Melati menggeleng. “Maaf!” Hanya itu yang bisa Melati sampaikan. Dia benar-benar bodoh, bagaimana bisa dia kecolongan? Bukankah Maudi sudah berkali-kali bilang, untuk berhati-hati dengan Bisma? Dan sekarang … “Kak Maudi!!!” Mengingat tentang Maudi, kembali mengingatkan Melati dengan satu hal.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

*** "Itu-- itu beneran kalau mahar Delia lima puluh juta, Fat?" bisik Meisya. Fatima mengedikkan bahu tak acuh. "Fat, kamu juga dengar kan kalau Haikal bilang lima puluh juta tadi, dengar kan, Fat?" "Dengar, Mbak," jawab Fatima malas. "Mbak pikir aku tuli?" "Bukan begitu, Fatima, tapi ... kamu kenapa biasa saja dengar mahar Delia yang fantastis? Kamu gak kaget, hah? Lima puluh juta itu banyak loh!"
9.7398.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.4K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Meskipun aku malas bertemu dengan sekelompok orang licik itu, aku memutuskan tetap hadir ke pernikahan mereka. Anisa mengejekku waktu melihatku, "Kamu hanya kasih angpao empat jutaan, apa kamu nggak malu?" Zayn dan Jihan sangat patuh pada wanita itu. Jihan mengomel. "Bu, sudah setua ini, kenapa ibu nggak mengerti juga? Di acara pernikahan ini, Presdir Grup Mahendra akan hadir. Kenapa ibu hanya kasih angpao empat jutaan? Setidaknya, ibu harus kasih angpao 40 juta!"
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

sahut Raga memberi senyum miring pada Maha. Maha mendengkus, lalu bersedekap. “Aku cuma mau bilang hati-hati, KDRT itu, bukan main-main. Sekali berbuat ada kemungkinan dia—" “Sudah,” henti Lintang tidak mau mendengar kalimat tajam dari Maha. “Yang lalu, biar berlalu dan jadi pelajaran untuk ke depannya.” “Aku sudah peringatkan kamu, Lin,” balas Maha memberi tatapan tajam pada Raga. Ia yakin sekali, pria itu menggunakan cara licik untuk dapat menikahi Lintang.
9.8398.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.9K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ Sidang pertama adalah proses perkenalan siapa penggugat, siapa tergugat serta para pembela juga hakim ketua, para hakim dan segala macamnya itu selalu formalitas di mana pun berada. Sesudah itu dibacakan tuntutan penggugat Nisha memperhatikan semuanya dengan teliti Apa yang perlu dia komentari atau dia garis bawahi dia tulis agar tak lupa. Dia bukan menulis di buku seperti pengacara lainnya tapi dia tulis di ponselnya.
10639 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status