Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maha Dimensi

Maha Dimensi

Sangat tidak peka. “Bukan, Nona Deolinda. Aku mendengar banyak hal.” Maha menunjuk telinga. “Dan aku membaca banyak hal.” Kemudian menunjuk kepala. “Oh,” ucap Deolinda singkat sambil mengangguk. “Kau sudah tahu berita viral itu, ‘kan?” tanya Maha yang tidak puas dengan jawaban perempuan ini. “Yang mana, Pak?” Deolinda bertanya lagi.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Sebuah kenangan saat Kak Panggih ngambek karena aku sibuk dengan ponsel menonton video grup idolaku di youtube. Aku pun buru-buru mengecek pesan masuk. Namun, masih tidak ada pesan dari orang yang sejak tadi kutunggu. Berulang kali aku menggumamkan kekesalan dalam hati. Ternyata Maha diam-diam memperhatikanku sejak mengecek ponsel. Ia menuangkan susu cokelat ke dalam gelas kaca dan menyodorkan kepadaku.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Bahkan, sang perias pengantin berkali-kali memberinya pujian. "Kalau gitu saya keluar dulu, nanti jika menurut mba suhu ruangannya terlalu panas bisa diturunin aja. Jangan dilap pakai tisu, takutnya malah nempel semua." Tepat ketika sang perias pengantin hendak keluar, suara deritan pintu terdengar, pertanda bahwa ada yang membukanya. Runa mendapati sang mama yang menatapnya penuh keseriusan. Manik mata itu seakan tak ingin lepas memperhatikannya dari atas hingga bawah.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MAHAR 500 PERAK

MAHAR 500 PERAK

“Mahar itu uang koin?! Lima ratus perak? Apa dia pikir ini candaan?!” Penghulu tampak canggung. Ia menoleh ke arah Wijaya, berharap sang ayah bisa menenangkan situasi. Tapi Wijaya hanya menghela napas panjang, menunduk, lalu berkata pelan. “Yang penting ijab kabul sah.” “Tapi, Mas—” protes Ratna lagi, namun sang paman menahan lengannya. “Sudah, Ratna. Ini bukan waktunya mempermalukan pengantin.”
586 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah
Baca
+Pustaka
Saat Istriku Tak Lagi Peduli

Saat Istriku Tak Lagi Peduli

Ia mengambil posisi di ranjang dengan memangku cemilan sambil menyalakan televisi. Ting! Ponselnya berdenting, ia meraih benda pipih yang tergeletak di atas nakas itu. [Sarah, lusa kami akan pergi ke Bangkok. Kalau kau mau ikut akan sekalian kupesankan tiket, nanti langsung transfer saja uangnya padaku.] Welly. Pesan dari Welly itu mengalihkan perhatian Sarah dari layar televisi. [Baiklah, kirimkan nomor rekeningmu.]
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

jawab Mas Wawan begitu gembira. Bunda tiba-tiba menghentikan suapannya. Tentu saja hal ini membuatku curiga. "Lho kenapa repot-repot pergi ke kota? Kan Arini juga belum positif hamil. Mending ke puskesmas aja, biar di periksa sama bidan desa di sana," sahut Ibu mertuaku yang memasang ekspresi tidak suka tapi beliau berusaha tetap menutupinya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Hujan turun rintik-rintik, membuat mereka larut dalam kesyahduan. Sementara itu di tempat lain, Aris yang masih terjaga tengah menelpon seseorang. “Jangan batalkan klien baru kamu. Biarkan dia tetap berkonsultasi masalahnya denganmu. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari dia. Dan laporkan pada saya,” ujarnya tegas.
10200.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai maha teliti
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
Mengandung Benih Bos Arogan

Mengandung Benih Bos Arogan

“Sejak kapan dia bekerja disini? Tante kenal dia dimana? “Kenapa kamu kepo sekali dengan pengasuh itu, Maha? Apa kamu mengenalnya?” Mahanta terdiam seperti memikirkan sesuatu yang sangat rumit ke pikirannya. Kedua netranya tidak lepas dari perempuan yang saat ini sedang bicara dengan maid lain yang sedang membersihkan meja makan. Juwita sampai harus mengguncang pundak Mahanta untuk menyadarkannya. “Maha, kamu dengar tidak? Apa kamu kenal dia?” “Aku tidak yakin, tante. Tapi dugaanku kalau dia adalah__”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status