Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Titik. [Tidak, Mama. Uang hasil menjual perhiasan dan menjual motor matic Hellena kemarin juga habis buat hura-hura. Sekarang, Mama menjual barang yang ada di rumah. Aksara pastikan, bulan depan Mama tidak akan dapat jatah bulanan. Titik] Send. Drrt....... Drrt.. Terdengar suara nada panggilan. Mama memanggilnya. Aksara membuka layar gawainya, Mama melakukan video Call.
1040.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

tanya Mama. Dikta pun terpaksa berbohong dan menjawab. "Iya Ma," balas Dikta. "Hmm, baiklah. Mama masuk duluan, nanti kamu nyusul yah. Jangan langsung pulang," kata Mama. "Iya Ma," balas Dikta. Setelah melihat mamanya sudah menjauh, Dikta kembali mengirimkan pesan pada Rahayu. [Sayang, Mas sudah tiba di rumah Mama. Mas diajak Mama makan malam disini, tidak apa-apa kan sayang? Kamu jika mengantuk langsung tidur saja yah, jangan tunggu Mas.]
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Status WA Mantan Suami

Status WA Mantan Suami

Status W* Mantan Suami (10) _________________________ "Tempe sama tahu terus, Han. Nggak bosen?" ujar Mbak Juli saat melihat tanganku memilih tempe di depannya. "Enggak, Mbak. Memang bisanya beli ini," sahutku datar. "Duh, Han. Hati-hati Ari berpaling loh. Kamu nggak bisa banget ngatur uang bulanan ya?" selidiknya.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

"Tapi mah," "Kamu lupa perempuan tua itu mata-mata di sini. Jadi orang pinter sedikit apa. Kamu lihat saat kalian mengusirnya bahkan dia bisa kembali tanpa kalian ketahui dia tinggal di rumah ini tapi kalian tidak sadar kamar mana yang menjadi tempat tinggalnya. Mama yakin kalau Aisha memiliki kekayaan yang jauh lebih banyak dari yang kamu pikirkan." "Aku harus bagaimana Ma?"
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

lanjut Khai. Khai berjalan mendekati barisan tengah, tempat Maorielle sedang sibuk mencoret-coret bukunya. "Jika tidak ada pertanyaan maka kita ke materi Diksi," Khai berhenti tepat di sisi Maorielle, membuat Erina otomatis menahan napas. "Maorielle," panggil Khai rendah. "Dalam Bahasa Indonesia, ada perbedaan besar antara kata melihat, menatap, dan mengintai. Bisa kamu jelaskan perbedaannya?"
688 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Milky Legends

Milky Legends

Saito. “Apa?” Maha master sejenak menghentikan pekerjaannya, ketika mendengar nama ‘Jenita’. “Kami mendapat sinyal darinya.” Ujar Wally sembari menyerahkan sebuah dokumen yang berisi kode rahasia. Maha Master kemudian melihat kode tersebut. Kemudian Maha Master mengekstrak abjad hingga hasilnya menjadi seperti ini Haý Mahamasutā,
9.810.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MAHLIGAI: Istana yang Kujaga

MAHLIGAI: Istana yang Kujaga

“Ada apa, Ma?” “Syukurlah. Mama hanya khawatir saja sama kamu, Nak. Kamu belum balas chat Mama dari sore. Mama takutnya kamu sakit, kan kamu ke Singapura sendirian dan juga di sana lama,” balas Tiara. “Alhamdulillah, Ma.. Dara sehat, tadi memang agak sibuk juga dan ini Dara habis pulang dari makan malam dengan klien,” balas Dara.
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Mbaaak!" #jangan lupa like dan komen
17.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Koloni Betaverse
Baca
+Pustaka
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

“To the point deh, mas!?” “Aih.” Maha mendesis. “Kalau di dengar nggak enak. Di tulis apa lagi.” “Apa, sih! Nggak ngerti aku sama omongan kamu.” Pulung kesal. Maha terlalu bertele-tele. “Itu loh, Yang.” “Tidur saja lah. Nggak niat.” Embusan napas Maha terdengar. Menerpa tengkuk Pulung yang kembali membelakangi tubuh Maha.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status