Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

balas Rayhan. “Baiklah. Aku akan ke depan,” balas Maha. Dia mengakhiri panggilan telepon. Maha pamit dengan Nia dan buru-buru pergi untuk menemui Rayhan. Di dalam mobil Rayhan tersenyum puas. “Ternyata mudah juga membuat kamu percaya,” gumamnya. “Lebih baik kamu tidak dengan pria manapun kalau memang aku tidak bisa memilikimu.”
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Yang terpenting adalah ia sudah dimasukkan ke dalam grup WA untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Lili adalah mahasiswi yang paling detil memperhatikan dokumen. Ia sudah hafal isi buku panduan yang dibagikan karena sebelum acara pembekalan tadi dimulai, ia menyempatkan diri untuk membacanya sambil menunggu acara dimulai. “Aduh, gimana ya kalau saat di lokasi sewaktu-waktu ada di antara kita yang punya keperluan pribadi urgent banget jadi harus pulang?”
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Tak lupa kutuang air dari teko ke dalam gelas. "An, hari ini tolong kau masak yang banyak, ya?" Mas Kamal berbicara dengan mulutnya yang penuh itu. Tempe mendoan yang hampir masuk ke dalam mulut pun, seketika mengerem mendadak. "Memangnya ada acara apa, Mas?" tanyaku dengan posisi tangan yang sibuk memegang cabai rawit dan tempe tepung incaranku. "Bukan acara sih. Gimana, ya ngomongnya? Mmm , jadi gini ... orang tua Mawar mau berkunjung katanya," jelas Mas Kamal.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

Sore Hari Setelah mengantar Bara ke kampus, Mbak Maya dan Lia langsung pergi ke kampung menemui orang tuanya atau kakek dan nenek Lia dan bara, karena sudah lama mereka tidak berkunjung ke sana. "Bara, nanti Mama bicara sama Papa kamu soal mobil, ya. Biar kamu dan adikmu nggak perlu pakai taksi terus ke kampus. Kasihan kamu," kata Mbak Maya. "Baiklah, Mama harus pergi dulu," lanjutnya. "Makasih, Ma. Hati-hati ya," kata Bara, lalu menyalami mamanya sebelum masuk ke kampus. Tanpa disadari, semua mata mahasiswa di sana tertuju ke arah mereka, terutama ke arah Mamanya Bara. Mereka tidak menyangka kalau Bara memiliki mama yang begitu cantik dan awet muda.
1058.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Pria yang Menguntitku

Pria yang Menguntitku

Beberapa hari ini, aku sering mendapat sms dari nomor yang nggak dikenal, tanpa terkecuali, semuanya dari penguntit itu. Dia menggunakan aplikasi mengganti banyak nomor telepon untuk mengirimkan sms yang menganggu ke aku, biasanya di tengah malam, hari ini dipercepatnya. Kelihatannya sudah tidak bisa tahan lagi. Aku dengan minat membuka handphone dan melihat sms gangguan dia. “Sayang, tanganmu benaran putih kali.” “Sayang, aku benaran suka kali sama kamu, aku mau melakukan denganmu hal yang paling gembira.”
55.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

Tanya Dimas lalu melepaskan earpohone yang masih terpasang di telinganya. “Belum. Aku nggak bisa tidur.” “Kamu tahu nggak nama Malabar yang dipakai sama kereta ini berasal dari mana?” “Tahu. Itu singkatan Malang – Bandung Raya kan?” “Hahaha. Mana ada diambil dari singkatan itu. Kamu suka aneh-aneh.” “Emang kamu tahu asal nama Malabar dari mana?” Dhira bertanya penasaran.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

tanya Mama. Dikta pun terpaksa berbohong dan menjawab. "Iya Ma," balas Dikta. "Hmm, baiklah. Mama masuk duluan, nanti kamu nyusul yah. Jangan langsung pulang," kata Mama. "Iya Ma," balas Dikta. Setelah melihat mamanya sudah menjauh, Dikta kembali mengirimkan pesan pada Rahayu. [Sayang, Mas sudah tiba di rumah Mama. Mas diajak Mama makan malam disini, tidak apa-apa kan sayang? Kamu jika mengantuk langsung tidur saja yah, jangan tunggu Mas.]
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Status WA Mantan Suami

Status WA Mantan Suami

Status W* Mantan Suami (10) _________________________ "Tempe sama tahu terus, Han. Nggak bosen?" ujar Mbak Juli saat melihat tanganku memilih tempe di depannya. "Enggak, Mbak. Memang bisanya beli ini," sahutku datar. "Duh, Han. Hati-hati Ari berpaling loh. Kamu nggak bisa banget ngatur uang bulanan ya?" selidiknya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

Ceklek Keluarga Maisya yang berdebat di depan kamar Maisya, terpesona dengan perempuan yang sejak tadi menjadi bahan pembicaraan. Gadis yang sempat kabur dan datang dengan wajah tak beraturan tersebut, sekarang telah berdiri di depan tegap di depan keluarganya. Maisya berdandan layaknya perempuan yang akan melaksakan lamaran sesugguhnya. Mata merah juga wajah yang bengkak itu sudah tertutupi oleh make up natural soft. Penampilannya membuat semua keluarga Maisya terpesona. "Aku dah siap, gak usah di dobrak segala."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Mahar 500 Juta

Mahar 500 Juta

bab 7 “Akhirnya … kita kaya!” Nek Widia bersorak setelah memastikan Teguh benar-benar pergi. “Iya, Nek. Ah, senengnya. Aku boleh kan beli motor baru, Nek.” Ratih sangat antusias dan berharap sang nenek mengabulkan permintaannya. “Aku juga mau HP baru, Nek,” timpal Rara, masih tetap pada keinginannya tadi.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai maha teliti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status