Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia
“Tuan Kael, Anda sudah ditunggu di dalam. Silakan masuk.”
Gerbang besi berornamen elegan terbuka perlahan, dan Kael mengayuh pelan menuju halaman depan, dikelilingi oleh deretan pohon maple yang rapi.
Di dalam mansion, kesan kemegahan tidak memudar sedikit pun. Lantai marmer putih dengan aksen emas, chandelier kristal menjuntai dari langit-langit tinggi, dan aroma lembut teh melati mengisi udara. Aurora sudah berdiri di sana, mengenakan gaun kasual berwarna krem yang sederhana, rambutnya diikat setengah. Meski begitu, kecantikannya justru semakin memukau—alami, tanpa polesan berlebihan.
ตอนยอดนิยม