Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Ada yang ingin disampaikan untuk istri tercinta, Pak Arkha?”
Arkha mengambil mikrofon, senyumnya lebar sambil memandang ke arah tamu undangan. “Untuk istriku, Dara ... terima kasih atas empat tahun indah bersamamu.” Tangannya meraih kotak perhiasan kecil dari saku. “Ini hadiah untukmu, Sayang.”
Dara membuka kotak itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya berisi kalung mutiara yang indah, namun warna dan modelnya sama persis seperti yang diinginkan Tari. Melihat itu, senyumnya pudar seketika.