Raja Terakhir Dinasti Wang
“Kalian harus saling menjaga. Tahta tidak punya mata, tapi manusia punya mata dan hati. Bisa membedakan baik dan buruk, kawan dan lawan. Kau harus terus membantu saudara-saudaramu, terutama Putra Mahkota.”
Raja menghela napas sejenak. “Maafkan aku, karena sakitku, aku terpaksa menobatkan kakakmu menjadi Putra Mahkota karena desakan pejabat istana dari kubu kanselir. Aku harap, kau tidak sakit hati dan tetap mendukung Wang Su.”
“Ya, Ayah. Yang’er mengerti dan akan selalu ingat pesan Ayah.”
“Bagus, kau tidak pernah mengecewakanku. Belajarlah yang rajin, jangan sia-siakan waktumu di perbatasan. Aku akan menunggumu pulang.”
Hot Chapters