TEMAN WANITA AYAHKU
“Bodoh banget kamu, Mas. Apa kamu pikir Mbak Ida itu boneka yang bisa kamu mainkan sesukamu?”
Ayah berusaha bersikap tenang, tapi matanya menyimpan amarah. “Jaga sikapmu, Ira. Kamu pikir kamu siapa, ngomong ke aku kayak gitu?”
“Kamu yang harusnya mikir sebelum main belakang,” balas Tante Ira tidak mau kalah.
Aku melangkah maju, mencoba menghentikan pertengkaran. “Tante, Ayah, tolong jangan ribut di sini. Risa lagi tidur—”