Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Dan diutuslah Raden Mas Jolang dan Raden Rangga. Di balik dinding, Sekar Wangi menahan napas. Pendengarannya menajam. "Lalu, apa yang membawa Gusti Raden berdua ini ke tempat kami?" Tanyanya ingin tahu. Rangga akhirnya membuka suara. “Tumenggung,” ujarnya ringan, memainkan ujung kain di tangannya. “Akhir-akhir ini… keraton terasa lebih ramai dari biasanya.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Hanya sebuah rumah panggung kayu sederhana yang dapurnya—sebuah bangunan terpisah di belakang—mengepulkan asap wangi yang begitu pekat dan kompleks, seolah seluruh sejarah rempah-rempah Nusantara sedang dimasak di dalamnya. Radit melangkah masuk ke halaman yang ditanami pohon cengkih dan pala. Seorang wanita tua, mungkin berusia tujuh puluhan dengan rambut putih yang disanggul rapi, sedang duduk di beranda, membersihkan beberapa helai daun kunyit. Wajahnya dipenuhi keriput yang menceritakan kisah panjang tentang api, santan, dan waktu. Dialah orangnya. Mak Rendang. “Permisi, Mak,” sapa Radit, membungkukkan badan dengan hormat.
934 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Dia tidak curiga pada awalnya, tapi ketika menyadari bahwa tidak ada niatku untuk kembali pulang, akhirnya Rahmat dengan terpaksa mengikuti mauku. Sunan Ampel adalah salah satu dari para wali yang bernama asli Raden Rahmat tersebut diberi gelar sunan berkat kewaliannya. Beliau terlahir di Champa pada tahun 1401 Masehi lalu wafat di tahun 1481 di Demak. Makam beliau berada di sebelah barat masjid Sunan Ampel, bangunan yang bentuknya mengikuti arsitekstur Jawa kuno tapi bernuansa Arab yang sangat kental. Menurut sejarah, masjid ini adalah salah satu masjid terbesar ketiga di Indonesia.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Kami merasa terhormat bisa bertemu dengan kalian, Prabu Siliwangi dan Raden Kian Santan. Kami hanya melakukan apa yang kami rasa benar dan kami tidak berharap lebih.” Raden Kian Santan melangkah maju dengan senyum penuh arti. “Kami menghargai sikap kalian yang rendah hati. Kekuatan yang kalian miliki saat ini adalah hasil dari perjuangan dan usaha yang tiada henti. Namun, kalian harus tahu bahwa kekuatan yang besar datang dengan tanggung jawab yang besar pula.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Suatu hari, keluarga besar Aditama berkumpul di rumah Bayu untuk merayakan ulang tahun pernikahan Resa dan Bayu. Semua sanak saudara hadir, termasuk Kayla dan Yuda. Hanya Raka yang absen karena memang tidak bisa pergi, mengingat ia tidak bisa mengambil cuti dan ia juga tidak ingin menghadiri acara memuakkan itu. Sebagai gantinya, Raka berulang kali menekankan pada Yuda untuk
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

“Betul. Terimakasih.“ Ki Santarja mengangguk dan menerima kantung-kantung itu. “Sekarang, pergilah kalian dan dapatkan banyak pengalaman. Nanti ketika saatnya tiba, aku akan memanggilmu kembali untuk pembelajaran selanjutnya. Dan ingatlah, aku akan tetap memantau perkembangan kalian.“ Setelah berpamitan, Wira dan Lonbur segera pergi. Tempat pertama yang mereka tuju adalah kampung halaman Wira. Desa Sena berada di kaki gunung Maruta. Mereka berjalan biasa tanpa menggunakan ajian. Kendatipun tetap terasa lebih cepat sampai. Desa Sena, salah satu kampung tertinggi di gunung Maruta. Sebuah kampung yang damai dengan penduduk yang mayoritas bertani. Di salah satu sudut ada sebuah padepokan persila
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Mendengar semua kata Lawen, Kaswari di ikuti oleh istri dan sopir kapal tadi, langsung memberi salam hormat, dan meminta maaf atas ketidak tahuan nya. “Jangan perlakukan aku seperti itu, ini dunia yang berbeda.” Timpal Lisa yang merasa risih atas perlakuan mereka, ketika mengetahui dirinya adalah seorang putri raja. “Aku bisa membantu kalian untuk mengambil bunga keramat itu,” suatu kehormatan besar bagi Kaswari menerima tamu dari seorang putri Saranjana, dan merasa beruntung jika ia bisa sedikit membantu mereka. Kebetulan Kuncen yang menjaga makam Pangeran yang memiliki mawar emas adalah saudara jauhnya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Mereka ngerti kok kenapa aku ke sini.” “Pulang sana! Besok juga Papa pulang. Ngapain sih kamu sampai nginep di sini berhari-hari?!” Kemudian seolah belum puas mengomeli Ipang, Bagindo beralih pada Raden yang duduk di sebelah Ipang. “Kamu juga pulang sana! Mamamu sama siapa di rumah?” “Sama Mama Salwa dan Mama Sinna. Ada Suri, Nilam, Sultan, dan Gusti juga kok.” Raden menjawab dengan santai. “Justru kalau kami pulang, Papa yang sendirian di sini.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Tuan Besar Sandekala

Tuan Besar Sandekala

Dia amat tidak suka dengan penyebutan nama Kala, yang menurutnya kurang maskulin. “Oke … oke, Sande. Calon Tuan besar pemimpin klan.” Sande hanya tersenyum tipis. Begitu tipis sampai hampir tidak terlihat. “Menurut Genta, Kakekmu sedang mengambil alih perusahaan market place terbesar di Tiongkok … kapan kau ke sana—” “Apa …!”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“… Gusti Ratu.” Dia yang memberikan salam kehormatan dengan cara merundukkan badan sedikit juga mengangkat secuil ujung gaun, datang ke hadapan Purbararang juga Indra Jaya yang duduk dengan agungnya di singgasana berdua, … tuk menyampaikan ucapan selamat. “Ini adalah anggur kualitas terbaik dari petani anggur terbaik yang hanya dapat ditemukan di kampung halaman Ibu Saya.”
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai makam raden kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status