Resep Rahasia Sang Pecundang
Hanya sebuah rumah panggung kayu sederhana yang dapurnya—sebuah bangunan terpisah di belakang—mengepulkan asap wangi yang begitu pekat dan kompleks, seolah seluruh sejarah rempah-rempah Nusantara sedang dimasak di dalamnya.
Radit melangkah masuk ke halaman yang ditanami pohon cengkih dan pala. Seorang wanita tua, mungkin berusia tujuh puluhan dengan rambut putih yang disanggul rapi, sedang duduk di beranda, membersihkan beberapa helai daun kunyit. Wajahnya dipenuhi keriput yang menceritakan kisah panjang tentang api, santan, dan waktu. Dialah orangnya. Mak Rendang.
“Permisi, Mak,” sapa Radit, membungkukkan badan dengan hormat.
Sikat na Kabanata