Pemuas Nafsu Kakak Tiri
“Bentar, aku kasih ini ke kakakku dulu. Kamu tunggu sini.”
Alya mengangguk pelan. “I-iya, Fi.”
Beberapa menit kemudian, Rafi kembali. Ia menatap Alya sejenak sebelum bertanya, “Kamu udah makan?”
Alya menggeleng.
“Kalau gitu, kita makan siang di cafe dekat sini, gimana?” ucapnya ringan.
Alya sempat ragu, tapi akhirnya menjawab singkat, “Boleh.”
Hot Chapters