Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putra Tersembunyi sang Presdir

Putra Tersembunyi sang Presdir

Telepon itu berakhir. Senyum lebar tersungging di bibir Nessie kala Mahesa berbalik dan menghampirinya. "Di restoran mana kita akan makan siang?" tanya Mahesa. "Nanti akan kuberitahu. Yang terpenting, kau sudah setuju untuk makan siang denganku. Kalau begitu aku pergi dulu. Ada jadwal pemotretan pagi ini. Sampai jumpa siang nanti, Sayang!"
10119.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Menyusui Bayi Dokter Tampan

Menyusui Bayi Dokter Tampan

Dia sudah merasa cukup puas, apalagi jika teringat si Princess yang sedang menunggu di bawah tenda bersama dengan pengasuhnya. "Bagaimana kalau kita makan siang dulu? Tak jauh dari sini, ada restoran yang sangat recommended. Barangkali bisa dijadikan referensi dan inspirasi kedepannya," ajak Keenan. Sebagai tuan rumah, pastinya dia berkeinginan untuk menjamu tamu. Tidak mungkin kan mereka makan siang di bawah tenda dengan kondisi seadanya? *** Apa yang dibilang oleh Keenan sebagai restoran, ternyata bukan restoran pada umumnya.
18.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
A MAN IN A TUXEDO

A MAN IN A TUXEDO

Stela kembali meyakinkan. “Iya nggak apa-apa. Besok sarapan masih bisa makan bubur ayam instan yang kamu bawa.” “Makan siang gimana?” “Kita cari restoran timur tengah atau restoran Indonesia di dekat sini.” Vincent menggoyang-goyangkan ponselnya.
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Bukannya Udah Mantan?

Bukannya Udah Mantan?

Ryan segera mengantri di kedai makanan yang tadi di pilih oleh Arana sebagai menu makan siang mereka. Siang ini area food court sangat ramai dengan pengunjung, mungkin karena ini jam makan siang sehingga banyak pengunjung yang sengaja ingin sekalian makan siang setelah berbelanja. Arana sedang sibuk memeriksa ponselnya saat tidak sengaja kakinya menyentuh punggung seseorang. "Ah maaf" ucap Arana pada perempuan yang berjongkong membelakangi nya.
1055.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Sekedar memastikan diriku tidak jauh tertinggal atau tersesat di dalam keramaian gedung yang suara riuhnya terdengar menyenangkan. Aku ingin ia menoleh padaku, mengucapkan sesuatu meski itu sekedar basa-basi, mengingat kami sedang ada di dalam lestoran yang ramai dengan suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring, disertai canda dan sapa dari manusia yang menikmati makan siang mereka. Seperti, 'apa kamu bisa makan bebek pedas atau ayam kecap?' ATAUKAH 'sudah waktunya makan siang, mari makan bersama'.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

tanya Rina yang kini menyusul duduk di sofa yang ada di seberangku. "Alhamdulillah, tadi jalanan nggak macet, Rin. Jadi dari resto, aku bisa cepet sampai di sini." Rina langsung mengangguk setelah mendengar jawabanku. "Oya. Udah pada makan siang belum?" tanyaku. "Ini baru selesai sholat zuhur, Mas. Jadi rencananya, habis ini, mau cari makan siang. Mas Rezky mau makan apa? Biar sekalian makan bareng di sini," kata Rina.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Ketika Suami Mendua, Majikanku Menginginkan Cinta

Ketika Suami Mendua, Majikanku Menginginkan Cinta

**Beberapa jam kemudian, saat jam makan siang tiba, Ryan mendekati meja Nisa lagi. "Nisa, kamu ada rencana makan siang di mana hari ini?" tanyanya sambil menatap Nisa dengan mata penuh harap. Nisa menatap layar komputernya sejenak sebelum menjawab, "Belum tahu sih. Mungkin beli makanan di kantin saja." Ryan tersenyum lebar. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan di luar? Ada warung baru yang katanya enak di dekat sini. Hitung-hitung refreshing sejenak dari pekerjaan."
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Dan tanpa sadar senyum kecil muncul di wajahnya. “Habis ini kita mau ke mana, Mama?” tanyanya lagi santai. “Udah capek keliling.” Ia meregangkan tubuh sebentar. “Enaknya makan siang di mana? Kamu ada rekomendasi?” Hagia berpikir sebentar. “Makan siang di sini sekalian nggak sih, Mas?” “Di sini?” “Iya.” Hagia mengangguk kecil. “Aku lihat tadi ada restoran yang view-nya zebra sama singa.”
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Simpanan Nyonya CEO

Simpanan Nyonya CEO

tanya Roy sembari menjalankan mobilnya. “Terserah kamu, aku mana tahu tempat makan siang yang enak di pulau ini selain restoran yang tadi malam kamu bawa aku ke sana.” jawab Alice. “Ya udah, nggak jauh dari sini ada restoran yang juga menu-menunya lezat. Kita makan siang di sana aja ya?” usul Roy, Alice tersenyum dan mengangguk.
1028.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta Sang Pilot

Hasrat Cinta Sang Pilot

“Nggak kok, Tante. Lagipula ini memasuki jam istirahat dan kerjaan memang lagi nggak banyak. Jadi santai saja, Tante.” “Oh ya? Jadi kalau semisal Tante ngajak kamu makan siang sekalian, nggak apa-apa, ya?” Yura terhenyak. “Boleh, Tante. Mau berangkat sekarang?” “Boleh. Kita makan siang di sekitar sini aja kali, ya? Tante tadi lihat ada restoran di dekat sini.”
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai makan siang dekat sini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status