Memantai [Tamat]
Ia gundah sepanjang hari, cenderung diam dan seperti banyak pikiran.
**
Sementara di tempat tinggal Pak Yayan, orang yang lumpuh karena telah mengonsumsi air di danau larangan itu, ia tampak menerima Riris dan Wandi dengan baik. Riris memang perempuan yang ramah dan pandai berkata-kata sehingga membuat obrolan berjalan dengan lancar.
“Tidak hanya saya yang seperti ini. Ada Pak Ikin, Pak Mahmud, Pak Slamet dan kakaknya Pak Jumantoro. Tapi yang tersisa di pulau ini tinggal saya dan Pak Mahmud,” jelasnya.