Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan
Sapanya dengan suara bergetar
“Ya, ini saya? Dengan siapa ini?”
Suara di ujung sana terdengar seksi dan berwibawa. Malika bisa membayangkan wanita dewasa dengan bibir merah dan mata tajam.
“Sa-ya... Malika, Madam. Saya... ingin—”
Suaranya terputus. Malu, takut, jijik pada dirinya sendiri.
“Ingin apa, sayang? Katakan. Madam mendengarkan.” Suara itu lembut, namun tegas.