Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
"Nggak usah dibesar-besarkan, Mang. Itu cuma bantuan kecil, kebetulan saja ada posisi kosong."
"Tetap saja bagi kami itu besar, Den. Eh, sebentar! Kebetulan tadi Mamang habis dari pasar subuh," Mang Nana dengan gesit mengangkat sebuah kantong kresek merah besar yang sejak tadi ia pegang. "Ini ada sedikit oleh-oleh buat di jalan. Ada buah manggis, ranginang, kue ali, kue cucur, sama seblok pedas kesukaan Den Bram dulu. Jangan ditolak ya, ini ikhlas dari Mamang."
Bram menerima kresek itu dengan perasaan campur aduk. "Terima kasih banyak, Mang. Seharusnya Mamang nggak perlu repot-repot begini."