Bukan Rahim Pengganti
"Bukannya dia shift malam, Mbak?"
"Iya, tapi sepertinya lagi ada masalah, sehingga kerjanya kurang maksimal, jadi dokter Mirza marahi dan menyuruhnya pulang."
"Oh, gitu, ya udah, Mbak, makasih, ya," pamitku. Aku kembali ke mobil setelah mendapatkan informasi. "Dokter Mirza? Siapa dia, nggak pernah denger? Berani-beraninya dia marahi Ana? Nggak bisa dibiarkan," gerutuku di dalam mobil. Aku merasa bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Ana.
Hot Chapters