Sayang, Izinkan Aku Selingkuh
Matahari baru saja muncul ketika aroma kopi dan roti panggang memenuhi rumah. Di dapur, seorang pria tampan dengan kaus santai dan celana pendek tengah sibuk di depan kompor. Erick, dengan tangan cekatan, membalik telur dadar di wajan, sementara di sebelahnya, dua cangkir kopi sudah tertata rapi di meja.
Clara berjalan mengendap-endap dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. “Pagi-pagi sudah sibuk aja. Padahal ada Bi Inah, kan?” godanya dengan suara manja.