Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

Tok Tok Tok "Pa, ini Andin. " "Masuklah nak" "Papa mau ngomong apa sama Andin? " "Nak, kamu kan sekarang masih dalam masa iddah, Bagaimana kalau seandainya kamu bekerja di perusahaan papa saja. Namun, selama masa iddah kamu, tidak perlu pergi ke kantor. Kamu cukup belajar dari rumah mengenai bagaimana cara memimpin perusahaan" Cukup lama Andin berfikir. Entah apa keputusan yang akan ia ambil. Yang pasti, ia tak akan salah lagi dalam mengambil keputusan. Sudah cukup dirinya merasa b*doh telah salah memilih pasangan.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

Luar biasa’ gumamnya dalam hati *** TING NONG TING NONG Bell rumah berbunyi. Inda bergegas menuju pintu, mendekatkan mata pada lens intip pintu untuk melihat siapa yang berada di balik pintu. Ia cepat membukakan pintu karena pria tampan yang ia tunggu kepulangannya sejak tadi. “Mas,” Panggil Inda sambil tersenyum sumringah. “Assalamu’alaikum Bidadariku,” ucap Jiddan menyambut jemari Inda yang hendak menyalaminya.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Tujuh Dosa Besar

Tujuh Dosa Besar

“Dasar manusia sialan! Beraninya kamu menipuku dan mencelaku seperti itu! Dengar, aku ini adalah Raja di Neraka!” “Masa bodo! Aku tidak peduli, lalat jelek!” sambar Dida. Ia langsung merentangkan kedua tangannya. “Idun!” teriak Dida, memanggil salah satu rekannya. “Earthquake!” seru Idun dengan lantang.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Lelaki Idaman

Lelaki Idaman

Bukankah ada yang bilang kalau kita berprasangka baik kepada pemilik dunia maka Dia akan memberikan yang terbaik juga untuk kita? Namaku Asma Anindira, aku akan menemukan kehidupan lebih baik di masa depan. Tidak ada yang bisa meruntuhkanku lagi untuk kedua kalinya. Kali ini, aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik kehidupanku.
106.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

“Aduh, Edgar… kok seksi banget! Jalan ala model dong!” Edgar manyun, tapi tetap jalan catwalk ala tukang ojek jadi model. “Ya Allah… kenapa cobaan istri hamilku kayak gini…” Malam itu, Mariana ketawa cekikikan, Edgar meringkuk malu, tapi tetap sabar. --- 2. Nyidam Nyolong Mangga Besok siang, nyidamnya naik level. Mariana menatap pohon mangga tetangga. Bukan mangga yang dijual, bukan di kulkas. Harus mangga yang nempel di pohon Pak RT.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Titip

Titip

Lalu pura-pura menyedot jus dengan pipet di hadapan “Sama utun.” Aku menunjuk ke perut. Kepalang tanggung. Kalau mau panas, biar sama-sama panas sekalian. Bang Idam tersedak, sementara Mbak Indira berdiri dan sibuk menepuk punggung sang suami sambil melirikku gemas. Adegan yang nyaris membuat tawaku tersembur. **
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Aku tidak akan memikirkan kebahagiaanku sendiri, fokusku sekarang hanya untuk Mazaya. "Bu, jangan bicara seperti itu!" Mas Dirga langsung menegur. "Terima kasih karena sudah mengizinkanku tinggal di sini untuk beberapa hari dan maaf merepotkan." Sudut bibirku yang kaku kini tertarik membentuk senyum tipis. Bi Ida datang dari luar sambil berjalan cepat ke arahku. "Mbak, itu anak bibi sudah menunggu di depan."
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

Nanda mendesis, suaranya naik turun, dipenuhi amarah yang nyaris meledak. "Kamu ngeremehin aku, Mbak. Dari dulu kamu pikir kamu paling benar, paling kuat. Sekarang kamu yakin udah menang karena aku kelihatan remuk? Salah besar. Aku belum selesai. Selama aku masih bisa napas, aku nggak akan berhenti balas dendam. Dan aku nggak bakal mati sebelum kamu!" Ida tersenyum tipis, tatapannya tetap tenang, menyakitkan justru karena tidak bergeming. Dia pun menggenggam tangan May yang sedari tadi berdiri diam, bingung di tengah badai orang dewasa.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Mencari Suami Bayaran

Mencari Suami Bayaran

tebakan mamang bakso "Eehh...." dada Bambang berdesir saat mendengar tebakan mamang bakso. "Ga kok Mang, cuma lagi pengen aja." "Ohh kirain, istrinya lagi hamil, biasanya suka gitu A' yang hamil mah istri yang ngidam ya suaminya, berbagi tugaslaahh," lanjut Si Mamang sambil nyengir kuda. "Ohh, gitu yaa Mang, baiklah pamit heula hatur nuhun ya Mang, "
33.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status