Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

"Paman, kamu munafik!" Kata-kata Mela meluncur tajam dan menusuk tepat pada inti kemunafikan Djewo yang berdiri angkuh di atas tanah duka. Mela menolak untuk terintimidasi oleh pameran kekuasaan pamannya. Ia tahu Djewo hanyalah seorang pengecut yang takut kehilangan segalanya di balik aura angkuhnya.
728 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

' Ardian turun dengan lincah, kakinya sedikit sakit karena terlalu tegang untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. "Terima kasih ya Pak!" teriak Ardian yang senang seperti mendapatkan hadiah emas. Ardian masuk ke dalam rumah, dengan senang hati ia mengupas mangga muda yang dagingnya terlihat berwarna kuning dan putih. Ia mencicipi mangga itu dan merasakan rasa asam yang luar biasa. "Begini ya kalau ngidam, huh kecut banget!"
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta) Part 5 Jam 2 siang, aku mengisi mangkuk ukuran sedang dengan rendang buatanku untuk kuberikan kepada Mbak Kiki. Sebagai penebus rasa bersalah karena tadi pagi kubiarkan dia yang tak sengaja memakan Dryfood milik Udin kucingku. Akupun penasaran ingin tahu reaksi perutnya seperti apa setelah makan makanan si Udin.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Direktur Dingin Itu Mantanku

Direktur Dingin Itu Mantanku

Dia adalah pria yang benar-benar mandiri. All In Corp sudah membuktikan nilai tinggi, dan nilai tersebut jauh melebihi aset keluarganya sendiri, Grup Lin. Bahkan, Alex telah meroket lebih tinggi sebagai Direktur All In dibandingkan Tuan besar Lin, dan dari Grup Lin.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Dilangkahi Adik

Dilangkahi Adik

Aku yang sedang sibuk dengan aktivitas muntah yang menyiksa sekaligus membuatku panik, tersentak saat menyadari pintu kamar mandi yang sebelumnya memang tak aku kunci, terbuka. Mama? Aku merasakan tulang-tulangku seperti hampir terlepas saat menyadari Mama berdiri kaku di depan pintu kamar mandi milikku. "Apa yang terjadi, Indah?" Nada bicara Mama yang terdengar berat ketika bertanya, terasa bagai awal kiamat sughro yang datang menghampiri di waktu Subuh ini. "Indah … Indah—." Aku gelagapan saat berusaha mencari alasan.
1053.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

"Tumben banget lo traktirin gue ginian." "Btw lo kemana dah, tiga hari gak ada kabar?" "Healing." "Dih? Kemana?" "Gunung." "Mau jadi anak indie ya lo, pulang-pulang tau segalanya tentang dunia." "Emang kenapa, sih? Gue kan udah sering gak masuk tanpa kabar." "Tapi kan nggak pernah lebih dari dua hari. Lia sama Jevan sampe kesusahan nyari alasan buat bikin keterangan lo.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

potong Mamah Indri dengan nada separuh marah, separuh bercanda. Papah Adrian ikut nimbrung sambil ngelap keringat. “Udah, udah… jangan nyalahin siapa-siapa. Yang penting kita semua sampai sini dengan selamat.” Kakek Yudistira menepuk bahu Reza.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Badut di Lampu Merah Itu Ternyata Istriku

Badut di Lampu Merah Itu Ternyata Istriku

Dia seperti orang kaya raya. Tapi mana mungkin secepat itu dia menjadi kaya. Masa' iya dia kaya karena menjadi badut. Impossible. Terdengar panggilan masuk dari Ida. Segera mengambil ponsel dari saku celana dengan pandangan masih tertuju pada badut tua dan juga Ning. "Hallo, Da." "Gimana, Mas, sidangnya? Lancar?" "Lancar, dong. Untung Ning tidak mempersulit."
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
The Undying Tales of AGORA BEAK

The Undying Tales of AGORA BEAK

celoteh Kida dengan senyum. "Sudah diam dulu. Di tas pinggangmu ada cairan penyembuh kan?" balas Ayu dengan perasaan campur aduk, air mata akhirnya membasahi pipinya. "Ada kok, yang penting menang.. kan" Kida seperti pamit untuk tidur karena tubuhnya merasa lelah sekali. *** Nama : MUSTANG Kelas : Nox [Alpha] Status : Dimenangkan Agora Beak (Mangata)
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

ledek pak dirga " ida ke dapur dulu ya pah, bantuin mama." pamit nya ke sang mertua " yang di jawab anggukan oleh sang mertua" " pagi mah.....," sapa ida sesampai nya di dapur " ada yang bisa ida bantu?" " ga usah kamu pasti capek.. duduk aja di situ. mama sama mbok tun aja yang masak." " ida ga capek mah, orang baru bangun tidur" elak nya
563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status