Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Sedetail itu? “Huh!” Chacha mengeluarkan ponselnya dari saku untuk menghubungi Nindya. Bersamaan dengan itu sebuah suara salam menghampirinnya. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumsalam. Kak Delfin?” pria itu muncul dari pintu samping, tempat ruang kerja mereka. “Mm, abis ambil laptop. Mau berangkat, kak?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

“Dia beneran pacarnya.” “Non, maap-maap nih, ye. Bukan aye kagak percaya. Cuma di sini kalo kagak ada nota ambilnya, aye beneran kagak berani ngasih. Si Koko bisa marah besar entar.” Lelaki muda dengan dialek Betawi medok itu menunjuk seorang keturunan Cina yang duduk di belakang meja kasir. Gista menyelipkan selembar uang merah ke bawah laptop. “Please, Mas. Tolongin aku. Pacarku bisa ngamuk entar.”
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 918 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Sang Idola Adalah Boneka

Sang Idola Adalah Boneka

ancam Ramelan. Akhirnya mau tidak mau Djaren memberitahu siapa yang bertengkar dengannya. Ia beralasan bertengkar dengan joel karena kesalahpahaman saat di pertandingan olahraga. Namun, Ramelan tidak percaya begitu saja sehingga ia terus menekan Djaren untuk berkata sesungguhnya. "Memang siapa si Joel itu, sampai kalian bertengkar gara-gara masalah sepele? Papah tidak percaya sama sekali dengan alasan kamu, Djaren!"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Senyumannya miring. “Tapi? Kenapa?” “Tapi, dia senior gue, Jay. Kira-kira ... bisa nggak, ya, gue dapetin dia?” Ada sebuah keraguan yang menyelimuti benak Tio. “Lo, kok, ragu gitu? Ya, kalau lo berjuang, pasti bisa.” “....” Tio tak merespons lagi.
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Identity ( Indonesia )

Identity ( Indonesia )

"Emak, Bapak kenapa Mak?" "Huuu Bapak, Bapak, Bapak kapale malek le, ono ombak gede. Lek Sarji selamet, tapi Bapakmu karo lek rukio ilang durung ketemu huuhuhh. (Bapak kapalnya terbalik, ada badai besar. Lek Sarji selamat, tapi lek rukio dan Bapak hilang, belum ketemu)." Aku tercenung, dengan tubuh menegang. Firasat tidak enak yang dari kemarin aku rasakan, apakah untuk Bapak?
9.915.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Paman Mantan

Istri Dadakan Paman Mantan

"Ya aku tahu, kau tidak usah menasihatiku lagi." Lusi menghela napas melihat Adrian yang berjalan lebih cepat. "Aku dengar pamanmu akan menikah." Adrian langsung menyamai langkah kaki dengan Lusi. "Paman yang mana?" "Pamanmu, Yuksel Pradipta. Pemilik perusahaan Horation." Adrian langsung tertawa. "Akhirnya dia memandang wanita, aku jadi penasaran. Siapa yang berhasil membuat pamanku tertarik hingga ingin menikah."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Tebak Bu Ineke Arinda hanya menjawabnya dengan senyum alakadarnya. Bingung harua menjawab apa. "Tapi semua baik-baik saja kan? Tidak ada luka parah? Saya lihat tidak ada luka lecet apa pun di tubuh mu" tanyanya heran meneliti setiap inci tubuh Arinda "Eh..iya bu.. Tidak ada yang parah, hanya luka lebam-lebam saja di punggung dan perut saya." Jawab Arinda berusaha tenang
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Bab 12 (Tak Lagi Peduli) Baru juga mobil yang membawa Mariana pergi, sebuah mobil berwarna hitam mengkilat tiba-tiba memasuki halaman rumah Ibram dan berhenti di sana. Ibram mengernyitkan dahi melihat mobil itu. Siapa yang datang? Rasa-rasanya ia tak familiar dengan mobil tersebut. "Pak Nugie?" Mata Ibram membulat saat melihat HRD di kantornya keluar dari mobil tersebut.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Kidung Mayit

Kidung Mayit

Ning-nang-ning-nung! Widi terhenyak. Tiba-tiba saja rungunya menangkap suara gending Jawa yang terdengar begitu merdunya. Suara gamelan tanpa diiringi suara sinden itu terdengar begitu sakral dan menghanyutkan dirinya. Widi seolah terlena dan tanpa sadar menutup matanya. Ia pun merasakan kantuk yang teramat sangat dan merasa tubuhnya sangat kaku dan dingin saat itu juga.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

Semua orang melihat ke arah yang ditunjuk Qeiza, nampak sopir pribadi mereka sedang berdiri memakai kain sarung menutupi kepala dan sebagian tubuhnya. "Hantu apa?! Itu Mang Udin!" tegas Mami. Mang Udin membuka kain sarung yang menutupi kepalanya. "Ini saya Non, Mang Udin," ucapnya dengan logat Sunda. Qeiza melihat Mang Udin dari atas sampai bawah. "Bukan hantu toh?!" "He-he. Bukan Non! Saya orang, bukan hantu. Ini lihat," Mang Ujang menunjuk pada kedua kakinya. "kaki saya masih menginjak bumi, tidak melayang."
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai mang idin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status