Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
suara Sekar mengalun pelan, lembut, dan hangat di tengah udara yang masih dingin dari loteng mungilnya.
Tangannya menyentuh tombol fade in, lalu jingle lembut mengalun sejenak sebelum ia kembali bicara.“Hari ini kita ngobrol soal hal-hal yang... mungkin nggak selalu bisa diceritakan. Cerita-cerita yang tinggal di dada, ngendap di hati, tapi diam-diam minta dibuka pintunya,” Sekar tertawa kecil. “Dan seperti biasa, kalau kamu punya sesuatu yang ingin kamu bagi, kamu bisa hubungi aku sekarang juga. No judgment, ya. Di sini kita cuma saling dengar.”
Belum sampai lima menit siaran berjalan, sebuah panggilan masuk. Sekar mengecek layarnya, headset-nya sudah terpasang