Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DONT CALL ME DADDY!!!

DONT CALL ME DADDY!!!

Aku segera mengusulkannya kepada Ran. Lima belas menit kemudian, kami berdiri di luar sebuah Game & Manga Center. Depannya dihiasi dengan spanduk berwarna-warni yang menampilkan karakter-karakter anime populer, dan jendelanya menampilkan berbagai figurin, volume manga, dan barang dagangan video game. Pintu masuknya ditandai dengan pintu kaca besar, melalui mana interior yang berwarna-warni bisa terlihat.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Hello, My EX

Hello, My EX

Rea tertawa sarkastik, "Ha-ha-ha, kayaknya bakal dapet pengalaman berharga banget hari ini." Raga tersenyum tipis. Mobilnya terparkir di sebuah vila tak terlalu besar, tapi sangat asri dengan taman di bagian depan vila. Ada patung kodok yang mengeluarkan air dari mulutnya. Rea memandangi patung tersebut saat turun dari mobil. "Kok, gue kayak nggak asing sama patungnya." Raga berdiri di sebelah Rea, "Gamakichi, salah satu katak yang muncul di serial Naruto Shippuden. Tahu?"
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Lelaki itu kemudian keluar dari kamar Jingga membawa sebuah komik di tangan. Ingin memastikan, Jingga mendekati adiknya yang sedang makan malam sendirian. Puan itu kemudian menempatkan tulang duduknya di kursi sebelah Chandra yang meliriknya sebentar sebelum pandangannya terkunci pada makanan lagi. “Chan! Lo tadi ngambil komik Pokemon gue ya?” tanya Jingga memecah keheningan dan memulai pembicaraan.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
My Pain Killer

My Pain Killer

Aku meminta izin untuk meninggalkan meja makan, menuju kamar. Kulihat nomor yang tidak terdaftar dalam kontakku yang memanggil. Dengan rasa penasaran, aku menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan. "Ini dengan author Elysian?" sapa suara seorang perempuan dari seberang sambungan dengan menyebutkan nama penaku di platform manga tempatku mempublikasikan karya selama ini. "Iya ...."
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

Aku membacanya satu persatu. Cih... Dia beneran menyukai... Bahkan sangat. Lihatlah betapa gilanya dia sampai mengambar anime mengenai aku dan dia. Dasar curut. Aku terus membacanya sampai aku berada di rumah. Aku duduk di meja belajar. Namun, beberapa menit aku belajar... Si bego ini datang ntah dari mana... Dan kenapa pertanyaan aneh... 'Kakak mau aku ngelakuin apa?' itu yang dia bilang. Dan juga mengenai utusan peri... Cih.. aku tau dia bego. Tapi tak perlu lah sampai otaknya juga telat berkembang kayak anak-anak... Masih percaya peri lagi. Ckck.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Aku cuma punya satu pena dan satu tinta, Ichida.” “Berbagi?” “Tidak. Pulanglah.” “Memang kau sedang apa?” “Menulis surat balasan untuk Aimi. Dia penasaran dengan Kak Mirae. Jadi, aku ceritakan di surat ini.” “Kak Mirae, ya. Aku masih kurang akrab dengannya. Isae juga.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Rahasia Nara

Rahasia Nara

Selang 5 detik, pamanku satu-satunya itu membalas chat dengan stiker emoji penuh lambang cinta. Drrrt. Drrrt. Gawai bergetar saat kugenggam di tangan kanan. Kemudian panggilan video masuk setelah aku mendapatkan balasan. Dan di jendela aplikasi, timbul sosok kak Banu dengan latar belakang sebuah poster salah satu karakter anime Jepang yang terkenal seantero penjuru planet bumi. “Hai, Nara! Senang mendengar kabar tentang novelmu itu. Untunglah Erina memaksamu habis-habisan untuk mengirimkan naskah ke penerbit.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Selama ia punya makanan dan waktu untuk membaca manga seperti Naruto atau Dragon Ball, ia tidak pernah menyebabkan masalah bagi siapa pun. "Kami baru saja mulai. Aku berencana untuk memanggil setelah ronde kedua," kata Yun Wuji, tidak terpengaruh oleh tuduhannya. Ia tertawa ringan dan menambahkan, "Kemarilah." "Aku tidak akan membiarkan ini berlalu kali ini, kecuali kamu membuat otakku orgasme~" Kemarahannya memudar saat ia melayang ke arahnya, menciumnya setelah deklarasinya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
ZOE

ZOE

Kakinya dilangkahkan mendekati lukisan, "Jadi ini lambang Chikusou? Hewan mitologi yang sangat dipuja." "Benar, Mister." jawabku sembari mengawani langkahnya. Aku melirik sejenak kearah Sora yang mendadak sibuk dengan ponselnya. Ia menoleh dan mengerling padaku. Aku mengernyit tak paham. "Frank. Kazuo. Anne. Tami. Very sad story." gumamnya sembari kembali duduk. Ia mengambil kue cokelat, "Enak sekali. Siapa yang membuatnya?"
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Help Me

Help Me

ucapnya terbata-bata. Memanfaatkan kesempatan, Violence kembali bertanya pada gadis kecil itu mengenai pertanyaan yang ia ajukan beberapa menit lalu. Kini gadis itu berani menjawab pertanyaan Violence, tetapi apa yang ia katakan sungguh diluar dugaan. "Ibu melarangku berbicara dengan orang asing" katanya singkat dengan raut wajah dingin kembali seperti semula. "Tunggu, aku bukan orang asing. Aku-" Violence tak dapat menyelesaikan ucapannya karena gadis kecil itu memotong pembicaraannya.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai manga talk to me
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status