MERTUA RASA MADU
ucapnya menggandeng tanganku dengan lembut, sekali lagi sentuhan tangan yang membuat syaraf-syarafku tersentak dan darahku mengalir kencang.
"Aku mau pulang, ke rumah ibu Lina."
Tiba-tiba timbul keputusan di dalam kepalaku untuk pulang ke rumah mertua, ya, aku memang gila
"Hah, kamu jangan bercanda Mariana," ujarnya.
"Tidak, Mas, aku tak bercanda, aku akan pulang ke rumah ibu mertua dan memenangkan hatinya. Jika mertua mencintaiku, maka Mas Dirga juga pasti begitu."