Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
“Lalu bagaimana dengan petualangan 'sekejap mata berbuah sertifikat tanah'mu itu, Lid? Si pemberi properti non-marital itu masih rajin menyambangi istana keduamu? Atau sudah ganti objek hiburan dan menyerah?
Lidia sedikit tersentak. Sebuah jeda tipis menggantung di udara sebelum ia merangkai sebuah masterpiece kebohongan yang terdengar santai dan pasrah. “Masih, Wul. Oh, ya ampun, Wul, kamu tahu kan? Standar kita memang agak tinggi. Dia itu semacam… sugar daddy," jawab Lidia, suaranya mencoba terdengar sangat casual, seolah menyebutkan jenis makanan. "Pokoknya dia adalah seseorang yang 'mensponsori' kehidupanku agar tak terkesan terlalu miris dan bisa fokus pada... yah, mengisi rekam medis."
Bab Populer