Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya
"Anak dari keluarga bangkrut, apa pantas kamu sebut-sebut? Devan, kamu boleh aja bersenang-senang, tapi pernikahan itu bukan mainan. Keluarga Wijaya udah lama hancur, nama ayahnya udah hancur lebur, ibunya juga seorang ...."
"Paman Doni."
Suara Devan langsung berubah dingin.
Senyum Doni membeku di wajahnya.
Devan menatapnya dengan tatapan tenang, tetapi memancarkan aura menekan yang membuat merinding.
"Salma adalah pacarku dan ke depannya dia akan jadi tunangan dan istriku."
"Kalau Paman Doni saja nggak bisa kasih rasa hormat sebesar ini, sepertinya bisnis antara keluarga kita nggak perlu dilanjutkan lagi."