Tunggu Pembalasanku, Mas!
Mencurigakan!
Tiba-tiba saja, Mas Hanif menginjak rem, membuatku terkejut.
"Apa-apan sih, Mas? Kok' ngerem mendadak gitu?" protesku, kesal padanya.
"Maafin Mas, Mir. Mas lupa bahwa mas harus menghadiri meeting lima belas menit lagi. Kamu pulang naik taksi saja, ya, Mas takut telat jika mengantarmu lebih dulu."