Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku pun menginjak kakinya kesal. "Aduh, Nay! Sakit kakiku!" pekik Mas Arya dengan tangan memegang kakinya yang sudah aku injak. Aku hanya mencebik mendengar pekikan Mas Arya, biarlah dia kesakitan, siapa suruh sudah menggodaku terus, membuatku malu saja. "Nay, masak tamu dibiarkan di depan pintu?" tanya Mas Arya. "Eh, ma-ri masuk, Ma-s," ucapku terbata belum terbiasa dengan sebutan mas untuk Pak Alan.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

Alea mengangkat wajahnya, “Kenapa aku harus ikut?” Damian tak menjawab. Ia menatap Alea lama, sebelum perlahan meletakkan undangan di meja samping tempat tidur. “La Maschera,” katanya singkat. “Gala tahunan dari organisasi yang tak mengizinkan siapa pun hadir tanpa alasan yang sangat kuat. Malam ini ... aku tak bisa pergi sendiri.” “Kenapa?” bisik Alea. “Mereka melihatmu ... dan aku harus ada di sana.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

PACK SETHMOLF Ukiran ini tertera dengan jelas di atas pintu masuk pack, sebagai penanda bahwa ini adalah wilayah teritori yang harus dipatuhi. Isaura sendiri ketika menatap ukiran ini merasa bahwa ingatannya kembali pada masa ketika ia memasuki Arkadia untuk pertama kalinya. Gerbang yang hampir serupa. "Selamat datang kembali di pack tempat kita tumbuh bersama, Isaura." Sambut Neo dengan merentangkan kedua tangannya dengan raut wajah bahagia.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 855 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Hatiku berkata. "Helena Anastasya!" Panggilan itu ditujukan kepadaku. Aku berdiri, membalik badan, saat aku baru akan melangkah, seseorang keluar dari pintu ruang wawancara. Pria dengan stelan jas abu-abu, mengenakan masker dan sarung tangan. Ada earphone di telinganya. Dia juga keluar sambil berbicara. Mungkin orang penting sedang meneleponnya, sehingga dia melangkah dengan sangat cepat seperti terburu-buru. Ah, suara itu, sungguh seperti tidak asing di telingaku. Juga tampilan belakangnya, porsi tubuhnya persis seperti Mas Harris. Dan… sarung tangan itu…
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Ketika Istriku Mulai Membangkang
Baca
+Pustaka
Teman Adikku yang Maskulin

Teman Adikku yang Maskulin

Aroma hormon maskulinnya yang luar biasa menyerang hatiku yang rapuh. Setelah mengamati dari lebih dekat, aku menyadari bahwa pemuda jangkung ini sama persis dengan tipeku. Lengannya lebih tebal dari pinggangku, bagaikan sebuah menara besi hitam. Di sampingnya, aku merasa seperti anak ayam kecil.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Mas Aryo segera mengambil alih pisau yang kubawa. "Kamu ikat kain itu di sini!" Mas Aryo menunjuk kaki Miska yang mulai membiru. Aku segera mengikuti arahannya. Aku juga melakukan hal yang sama pada kaki Bang Robi. Tepat setelah aku selesai mengikat kaki Miska, Mas Aryo merobek pergelangan kaki adik sepupuku itu dengan pisau yang dipegangnya. Darah hitam keluar tanpa henti bersamaan dengan tubuh Miska yang berhenti kejang-kejang. Hal yang sama juga dilakukan pada kaki Bang Robi.
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
POLIGAMI AKU, MAS!

POLIGAMI AKU, MAS!

ucapku sembari menghentikan tangan Ibu yang masih terus berusa membuka bajuku. Krek!!! Bajuku koyak di buat Ibu. Terlihat dengan jelas badan yang penuh luka lebam akibat pukulan Mas Andre semalam. Memar-memar biru itu tampak jelas saat Ibu membuka tirai jendela.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

"Ini, Ibu pengen Aga pakek dasi biar rapi." "Ha ha ha, Ibu ... Ibu, Mas Aga bukan cari kerja, tapi cari jodoh." Ima tertawa menanggapi ibu. "Tuh kan, Ibu nggak percaya sih." "Bukannya Aga harus rapi, Im?" "Iyaaa, tapi bukan berarti pakek dasi, rapi maksudnya, baju tidak kusut dan harus bersih, itu aja kok."
1073.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Diamku Menghancurkanmu Mas!

Diamku Menghancurkanmu Mas!

Mas Alif terlihat gelagapan. "Ini bau parfum vanilla, parfum cewek. Kamu main sama cewek ya, Mas?" tanyaku pelan sambil menatapnya tajam. "E--eh, nggak ... Dek. Minuman vanilla Mas tadi tumpah ke baju," jawabnya pelan, wajahnya terlihat pias. Tikus kecil yang pintar berbohong, batinku. "Oh," jawabku tak acuh. Lalu berjalan mendahuluinya.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai masques
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status