MAWAR
Kasur itu tampak usang, Kasur yang biasa di tempati Mawar selama tinggal di mansion ini.
"Ganti bajunya." Titahnya, lalu beranjak dari ruangan minim cahaya tersebut.
Enah mengangguk patuh, dia membungkukan badan dikala Nico melewati dirinya.
"Nghh.."
Kedua kelopak mata yang berbentuk indah itu mengejap, perlahan terbuka hingga menampilkan sepasang mata indah bermanik cokelat. Mawar menarik nafasnya saat merasakan sesak di rongga dadanya, keningnya mengkerut dalam lalu cairan bening meluncur begitu saja dari pelupuk matanya. Menangis adalah satu hal yang di bencinya, karena dia tahu dirinya lemah, dengan menangis dia malah terlihat semakin lemah. Dia sangat benci air mata.