KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Ya Ampun, Naira?“ Meera memekik terkejut campur bahagia. Naira pun membalasnya dengan senyuman.
“Akhirnya lo datang juga.“
Tak berbeda dengan sang ibu, Meera pun langsung memeluk Naira. Air matanya menetes, membahasi pipi yang sudah dipoles make up.
“Jangan nangis, Meer,“ kata Naira.
“Ya habisnya Lo gitu banget. Demi lelaki brengsek itu sampai-sampai ngelupain kita!“ seru Meera menggebu-gebu.
Naira hanya tersenyum tipis. Sama sekali tak membela diri. Meera yang teringat sesuatu pun lantas mendorong pelan tubuh Naira. Lalu memutarnya.
“Aduh, apa-apaan sih kamu?“ protes Naira.
“Sebentar, Nai. Gue cuma mau mastiin kalau Lo baik-baik aja,“ sahut Meera. Naira terkekeh pelan.
Bab Populer