Love Affair (Bahasa Indonesia)
"Ya, dia sudah di sini. Aku merindukanmu, Julian."
"I miss you more, honey." Tawa singkatnya menghiburku, membuat keraguanku menghilang. "Aku sebentar lagi akan masuk ke ruang meeting. Besok pagi-pagi sekali aku akan menghubungimu. I love you, baby."
Senyumku mengembang. Julian memang selalu berada kapanpun aku butuhkan. Dialah satu-satunya untukku, dan akan tetap begitu sampai kapanpun. "I love you too."