Dijodohkan dengan Ipar Posesifku
Aku melambaikan tangan padanya, siapa tahu dia tak mengenaliku karena aku sengaja menutup wajahku dengan masker.
“Kenapa pakai masker?” tanyanya sambil menarik kursi lalu duduk di depanku.
“Biar aman dari paparazzi,” bisikku.
“Aku jadi tak bisa melihat wajah cantikmu!”
Kutendang kakinya di bawah meja. “Bapak! Saat seperti ini sempat-sempatnya bercanda!”
“Siapa yang bercanda? Serius kok, kamu cantik!” Ish dia belum berubah rupanya, masih tetep gombal!