Belenggu Hasrat Dendam Membara
Asapnya melingkar di udara sempit kamar, bercampur dengan bau lembab di ruangan.
“Marcus Cross,” ucapnya pelan, seolah berbicara langsung pada bayangan musuhnya. “Kau pikir aku akan mati di penjara. Tapi aku masih di sini.”
Ia mengambil kartu nama bank asing dari kotak logam dan membaliknya. Di belakangnya tertulis sebuah alamat, dan kode akses bank yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Begitu, ya, Ayah,” ujarnya sambil menghembuskan asap. “Terima kasih, karena tinggalkan aku sesuatu untuk memulai kembali.”
Bab Populer