Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Undangan

Undangan

Satu diantara kelompok itu menyambut Sya dengan heboh lalu diiringi yang lainnya itu menyambut kedatangan Sya yang mau bergabung dikelompok itu. “Waaahh... ini dia bintang kita yang paling menawan...”, ucap salah satu orang sambil bertepuk tangan. Namanya Grey, bukan nama sebenarnya hanya karena dia selalu mengenakan setelan dengan warna abu-abu, dia jadi dijuluki nama itu. “Sya Anindya! Mari sayang, gabung kesini. Kami sudah menunggu kau dari tadi...”, kata salah seorang lagi menyambut hangat Sya, namanya Andre. Manajer perusahaan yang mengadakan acara ini.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as membentang
Read
+Library
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Dia mengenakan sebuah mantel hitam polos, rambutnya berantakan, dagunya ditumbuhi janggut tipis, matanya terpejam, dan bagian bawah matanya hitam pekat. Aku berjalan melewatinya. Saat kakiku menginjak selembar daun kering hingga berderik, Ardian tersentak bangun seketika. Sisa kantuk di matanya belum sepenuhnya sirna. Begitu melihatku, dia langsung bangkit dan berjalan dengan langkah yang terhuyung-huyung. Namun, dia sempat terjatuh beberapa kali, bahkan pakaiannya pun sampai robek terkoyak oleh ranting pohon.
7.1K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as membentang
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL 156 Kami masih di Supermarket langganan. Cuman beda posisi saja. Aku, Fateh, Rina, Daffa dan Mbak Karti sedang menunggu Ibu dan Mimi yang masih ada di dalam. Mas Yusuf entah menghilang kemana?
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 452 Times as membentang
Read
+Library
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Malam harinya Dimas langsung bergegas menemui Gita yang sudah menunggunya di sebuah klub malam, Dimas bahkan tak ijin apalagi pulang untuk sekedar menemui Maya yang sejak sore menunggu kepulangannya. "Apa kita hanya merayakannya berdua saja?" Dimas mengedarkan pandangannya, dia pikir akan ada beberapa perwakilan dari Multy Furniture yang ikut merayakannya bersama mereka malam ini. "Aku sudah merayakannya dengan dengan para staff di kantor tadi sore, khusus malam ini perayaan atas bantuan mu anda selama ini, mas!" Gita mengangkat gelasnya yang berisi wine seraya mengajaknya untuk bersulang, bahkan kini bicaranya pun sudah terdengar lebih santai tak sekaku sebelumnya.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as membentang
Read
+Library
MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

jawab Meni. “Kata siapa?” “Kataku, lah,” sahut Meni lagi. “Kok bisa disebut rumput merdeka?” tanya Mala polos. “‘Kan dia tinggi dan tingginya melebihi kita. Jadi dia rumput merdeka,” jawab Meni asal. “Mulai ngawur, deh!” sergah Mala. “Mulutmu, Mal. Lama-lama aku babat juga,” kelakar Meni.
10844 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as membentang
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

pinta Helena Caustaria dipenuhi rasa panik bercampur marah. “Mas, segera teflon Daniel.” “Iya, akan aku telpon dia,” ucap Arttha seraya mengambil HandPhone dari dalam saku celananya. Segera Arttha Caustaria mengutak-atik handphone yang berada di genggamnya untuk menelpon Daniel. [Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan...] Tiap kali Arttha menelpon Daniel selalu saja operator Telkomsel yang menjawabnya.
617 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as membentang
Read
+Library
Dendam Membara Tuan Muda

Dendam Membara Tuan Muda

Dia hanya bisa merenungi nasib kehidupannya yang entah akan menjadi apa setelah ini. Dengan langkah pelan dan bergetar, Starla menuju altar, menghampiri sang pengantin pria yang tampil gagah dengan setelan broken white-nya. Membiarkan air mata yang sudah menetes di pipinya, tidak memperdulikan orang-orang yang berada di sisi kiri dan kanan yang tengah memandang kagum akan kecantikannya hari ini.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as membentang
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Adrian berdiri di depan, memberi sambutan kepada tim. “Terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras. Saya sangat menghargai dedikasi dan komitmen kalian. Mari kita terus maju dan mencapai lebih banyak lagi!” katanya, diikuti dengan tepuk tangan meriah dari semua orang. Ketika giliranku untuk berbicara tiba, aku merasa sedikit gugup. Namun, saat melihat Adrian tersenyum, aku merasa tenang.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as membentang
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Meredakan gejolak rasa cemburu, yang terasa menggerogoti. "Minumlah." Menatap itu, buru-buru Alya meraihnya. Tenggorokan terasa tercekat, bila berhadapan terlalu lama dengan pria bernama Jimmy. "Tenangkan hati dan dirimu, Al. Datang ke kondangan mantan, perlu mental yang kuat." Pria berkacamata itu, kembali berucap. Duduk di samping Alya, ekor matanya mengitari seluruh ruangan pesta.
1012.7K viewsOn holdAdded to Library 291 Times as membentang
Read
+Library
Benang Merah

Benang Merah

tanya Malvin meyakinkan " Yap!" jawabnya " Thank you so much" ucap Malvin. " It's okay. By the way are you asian ?" tanya gadis itu " Ya. i'm from Indonesian" jawab Malvin " Oh really? I'm From Indonesian too" jawab gadis itu " Lantas bisakah kita berbicara indonesia saja? tanya Malvin becanda " Tentu. Perkenalkan nama saya Vanty Salim." ucap Vanty memperkenalkan diri
102.6K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as membentang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status