Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Theresia berkata dengan tersenyum, “Ranty, aku mau jujur satu hal sama kamu.” “Hal apa?” Ranty mengangkat alisnya. “Sebenarnya aku dan Morgan sudah kenal sejak awal.” Ranty terbengong sejenak. “Sudah kenal sejak awal. Seawal apa?” Theresia membalas, “Sejak aku berusia delapan tahun. Sudah sekitar 16 tahun!” Kedua mata Ranty langsung terbelalak. “Aku nggak salah dengar. Kamu sudah kenal Tuan Morgan sejak umur delapan tahun, lebih awal daripada aku?”
9.81.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.5K kali sebagai member tertua txt
Tampilkan Ulasan (279)
Baca
+Pustaka
Gupta Pitra Pramesti
Thor..thor.. kapan jason tau klo yana itu anaknya thor? kapan reza sama sonia mengumumkan pernikahannya ? apakah babnya msh panjang ? pdahal tiap hari cm update 1 bab itupun seuprit perbabnya....jadi mau smpe tahun kapan ini tamat thor ? pdhal ceritanya bagus ak suka tp babnya puanjaaaang.........
Novel Novel2
sudah sampai bab akhir 1.339, untuk pertama kalinya baca Novel sepanjang ini, bagus... hny saja cerita ttg Kelly & penindasan ibunya yg BERKALI-KALI TANPA BISA MELAWAN & sikap bodoh kknya Kenzo ini persis SINETRON INDONESIA. Bab Kelly sepulang dr Luar Negeri banyak sy SKIP krn kelihatan di panjang2in
Baca Semua Ulasan
Memar Termanis

Memar Termanis

“Tentu saja. Apa Nona tertarik untuk menjadi member?” “Keuntungannya apa?” Rach menatapnya penuh minat, meskipun jelas tujuannya bukan sekadar keanggotaan. “Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan akses ke acara khusus yang diselenggarakan bar ini, termasuk party besar-besaran. Bahkan, Anda mungkin bisa bertemu langsung dengan pemiliknya.” Rach mengangkat alis, lalu menyelipkan pertanyaan yang lebih pribadi. “Kalau bertemu denganmu? Apa itu termasuk keuntungan?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
Rebutan Rumah Mertua

Rebutan Rumah Mertua

“Tidak apa-apa, Bunda. Ratu hanya….” Kalimat Ratu menggantung saat kedua bola matanya menangkap benda-benda tertentu yang teronggok di sebuah tempat sampah yang tengah ia periksa. Seketika sepasang mata itu berbinar cerah. “Bunda! Ini boleh untuk Ratu saja?!” kata Ratu sambil menunjukkan apa yang ia temukan. Risma dan tetangga kosnya tercengang. Benda yang ditunjukkan oleh Ratu adalah setumpuk buku pelajaran sekolah dasar yang sebagian kertasnya sudah lenyap karena robek atau lepas.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Detik berikutnya, ekspresi wajah Eleyza berubah. "...Ini bukan entitas biasa," gumamnya. "Ini... jejak dari lapisan terdalam. Mereka yang dahulu disebut sebagai Arterian Tertua... tak berbentuk, tak berkasta. Dianggap punah sebelum sistem kasta darah kita terbentuk." Gumaman rendah terdengar dari para anggota dewan. Seperti teka-teki yang terlalu lama tersegel kini retak di hadapan mereka.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Dia melihat orang-orang ini menjadi gila, berteriak-teriak. "Tuan Xavier, aku adalah Tetua dari Sekte Orion, aku sekarang dengan tulus mengundangmu untuk bergabung dengan Sekte kami. Asalkan kamu bergabung dengan Sekte Orion, kamu akan menjadi Batara Guru dari Sekte Orion! Sekte kami akan menggunakan semua yang ada untuk mendukungmu!" Xavier melihat orang yang berbicara, seorang pria tua berusia lima puluhan, wajahnya penuh semangat, berdesak-desakan di depan, hanya berjarak dua puluh sentimeter dari Xavier.
8.9175.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
KARMA MERTUA

KARMA MERTUA

Saat itu bapak mertua sudah dalam kondisi sering sakit-sakitan. *** "Jadi kamu sudah tahu masalah itu, Ru?" tanya lelaki tua yang terlihat masih sehat di usia senjanya itu dengan tenang dan sangat berwibawa. Perawakannya masih seperti yang kuingat sebelumnya. Kami duduk melingkar di sebuah set meja kursi kuno di ruang tamunya yang berbentuk seperti pendopo.
915.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
Mertua Masa Gini?

Mertua Masa Gini?

Gendis tertawa lepas. Bu Sukun mulai kesal, wajahnya ditekuk. Ketua arisan menyela dengan memulai acara, lalu uang setoran arisan dikumpulkan ke bendahara. Satu orang tiga ratus ribu, total yang ikut dua puluh orang. "Bu Ketua, uang arisan saya sekalian bulan depan, ya, saya antar uangnya sore ini, lupa nggak bawa dompet," ujar Bu Sukun.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Dengan menundukkan kepalanya pria itu menjawab dengan tenang dan yakin. "Dari kaum mermain, Yang Mulia. Sepertinya mereka berpihak kepada musuh," ucap Chorlouis membuat yang lainnya tertegun di sana. Mereka sempat menduga hal ini akan terjadi mengingat saat penyerangan di Kerajaan Kurcaci mereka mendapati Magistri yang berada di tengah-tengah area peperangan dan berada di kubu musuh. Jika diingat-ingat Raja Aquatis sejak dulu begitu menuruti ucapan Magistri, membuat mereka juga berpikir jika kaum mermaid dan mermain berada di pihak lawan dan kini hal itu telah dibuktikan dengan kematian salah satu prajurit yang rupanya berasa dari kaum mermain. "Karena ini anda sejak tadi bungkam saat anda m
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai member tertua txt
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status