Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asmaraloka

Asmaraloka

“Apa yang kau inginkan sekarang, Alfi? Kenapa kau datang lagi setelah semua ini?” Alfi menatapnya dengan mata penuh air mata, tetapi kali ini ada kejujuran yang terpancar di sana. “Aku tidak tahu, Ain. Aku hanya tahu bahwa aku harus mengatakan ini padamu. Aku tidak bisa melanjutkan hidupku tanpa memberitahumu kebenaran. Aku tidak berharap kau memaafkanku, apalagi menerima aku kembali. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku pergi bukan karena aku tidak mencintaimu. Aku pergi karena aku mencintaimu, tetapi aku tidak bisa memilihmu.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

“Asih, suatu hari kamu akan mengerti mengapa aku harus pergi. Bersabarlah, dan doakan agar semua baik-baik saja ...” “Agar aku bisa segera pulang dan datang ke rumahmu lagi.” Suara itu tersendak di tenggorokan. Begitu sakit untuk di tahan dan di keluarkan. Wajah ayu itu masih terlihat datar. Begitu jelas tampak kesedihan disana. Kesedihan yang tak bisa ia keluarkan atau dijelaskan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO

Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO

"Walaupun ibuku menghubungimu, tidak seharusnya kau datang kemari." "Aku manusia Keina, aku tidak mungkin diam saja mendengar keadaanmu seperti ini. Makanlah, setelah kau makan, aku akan pulang." "Apa kau tidak sadar? Melihat wajahmu hanya membuat nafsu makanku semakin lenyap. Sebaiknya kau pergi, aku tidak ingin bicara denganmu lagi."
1026.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
Dewa Perang Tak Tertandingi

Dewa Perang Tak Tertandingi

Sekarang, dia tidak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Tiba-tiba saja .... “Kenapa kamu masih belum pergi juga?”
9.770.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Pria Buruk Rupa, Ternyata Dia ....

Menikah dengan Pria Buruk Rupa, Ternyata Dia ....

Jika Mas Raffi bisa bermain hati, kenapa aku hanya diam dan menangis? Jika tidak bisa melakukan hal yang sama, setidaknya aku tidak terlihat seperti wanita gila yang menangisi pria pendusta sepertinya. Aku harus tegar. "Hari ini aku sengaja pulang cepat untuk mengajakmu pergi." Aku mengerutkan kening menatapnya tak percaya. "Pergi ke mana?" tanyaku lagi. "Jalan-jalan. Sudah lama kita gak jalan berdua. Mau, ya?"
9.8426.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.9K kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Marahkah kau jika aku berdoa agar dia cepat mati? "Kau masih tak ingin bicara? Kau sendiri yang putuskan aku pergi atau tidak." "Paman, Nenek...." ***************
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 858 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
PETAKA REUNI

PETAKA REUNI

Pergi? Lagi-lagi, kalimat yang terucap dari bibir mungil anak ini membuatku bingung. Pergi? Bukankah saat ini aku sedang bersamanya? Jangankan untuk pergi, aku saja tak tahu ada di mana dan harus menuju tempat apa sebagai tujuan. “Jangan pergi.” Dia berkata lagi dengan suara pelannya yang menggemaskan. Bibir merahnya mengurai senyuman, sedangkan tatapannya memindai wajahku dengan saksama.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
No Cerai No Pisah!

No Cerai No Pisah!

[Mungkin karena mau makan kue, aku jadi seneng? [Bisa jadi, bisa jadi.] Yah, Sayangnya, Hari ini ditakdirkan penuh rintangan. "Kapan kamu pulang ke rumah?"
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mengapa engkau datang bila untuk pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status