Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

Pelukis MatahariDewasaMafiaHarem
Dunia hitam Antonio Valentino runtuh setelah sebuah kecelakaan merenggut satu-satunya hal yang tak bisa ia beli: dia tak bisa ejakulasi layaknya pria pada umumnya. Dokter-dokter terbaik hanya bisa mengangkat bahu—"Coba saja dengan wanita lain." Tapi tak satu pun berhasil. Hingga suatu malam, nasib memberinya kejutan paling memalukan. Seorang wanita mabuk salah masuk ke kamar hotelnya. Dalam kabut anggur dan amarah, Antonio terkejut saat tubuhnya—yang mati rasa selama berbulan-bulan—tiba-tiba meresponsnya. Gila. Tapi nyata. Keesokan harinya, kenyataan menghantam: wanita itu adalah Dr. Liana Hart, dokter rumah sakit biasa yang tak sengaja terseret dalam konflik mafianya. Dan yang lebih parah—dia sama sekali tidak ingat malam itu. Antonio yakin Liana adalah "obat"-nya, sementara Liana bersikeras ada penjelasan medis di balik semua ini. Saat Antonio memaksanya bekerja sama, permainan tarik-ulur dimulai. Dia menolak, tapi tubuhnya merespons setiap sentuhan Antonio. Dia membencinya, tapi tak bisa menjelaskan kenapa mimpi-mimpinya dipenuhi bayangan pria itu. Dia tahu ini salah, tapi mengapa rasanya... sangat benar? Di tengah bahaya mafia yang mengintai dan rahasia gelap Antonio, Liana terjebak antara logika dan keinginan yang tak bisa dibohongi. "Kau pikir aku gila? Tapi tubuhku tak pernah bohong, Liana. Hanya kau yang bisa membangkitkannya." Akankah kebenaran menyatukan mereka—atau justru menghancurkan segalanya?
101.9K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as mengedikkan bahu
Read
+Library
Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Warning! Bacaan untuk dewasa. Fatih tidak punya pilihan. Demi biaya pengobatan ibunya, pemuda miskin itu menerima tawaran Bu Rosa, pemilik pabrik gula terkaya di kota, untuk menikahi Laras—putri bisunya. Namun, malam pertama mereka menjadi awal petaka. Di tengah malam, suara gamelan menggema dari gudang pabrik gula. Seorang wanita menari di antara aroma tebu dan darah. Fatih dibawa masuk ke istana gaib milik bangsa siluman ular. Sejak malam itu, Fatih dinyatakan mati. Namanya bahkan telah terukir di batu nisan. Akan tetapi, kematian justru membangkitkan kekuatan yang selama ini tersembunyi. Tanda lahir berbentuk bulan sabit di bahu kanannya memancarkan kekuatan cahaya yang ditakuti para siluman, sekaligus diburu oleh makhluk-makhluk gaib yang mengincarnya. Saat Laras akhirnya mampu berbicara, tabir kelam pun tersingkap. Kesuksesan pabrik gula Bu Rosa ternyata dibangun di atas tumbal para pemuda. Dan Fatih adalah korban ketujuh dalam ritual mengerikan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kini Fatih harus bertarung melawan bangsa siluman, membongkar rahasia kutukan yang mengikat keluarganya, sekaligus melindungi wanita-wanita yang perlahan hadir dalam hidupnya. Namun, di balik cinta yang mereka tawarkan, tersimpan rahasia, pengkhianatan, dan takdir yang dapat menghancurkan segalanya. Di antara teror dunia gaib, pertarungan mematikan, dan para wanita cantik yang memperebutkan hatinya, siapakah yang akan menjadi pelabuhan cinta terakhir Fatih ... jika ia berhasil selamat dari kutukan yang telah menuliskan namanya sebagai orang mati?
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mengedikkan bahu
Read
+Library
Sang Pewaris Alfa: Pasangan Sejati Lycan

Sang Pewaris Alfa: Pasangan Sejati Lycan

“Aku menahanmu,” tangan bebasnya kembali menemukan pinggangku, menjagaku agar tetap tertambat. “Aku tidak akan melepaskannya kecuali kamu yang memintaku.” Napas tercekik di tenggorokanku tetapi aku tidak menjauh, pandanganku masih terkunci padanya. Tetesan air melekat pada bulu matanya dan rambutnya yang basah tersisir ke belakang, memperlihatkan wajahnya, sementara netra birunya memantulkan cahaya bulan. Sial. Dia terlihat begitu menawan, tampan, dan benar-benar tanpa pertahanan di hadapanku. Aku bertanya-tanya apakah aku juga terlihat sama di matanya. Dengan lembut, air mengepak di bahu kami, terasa sejuk di kulitku yang menghangat karena mendamba sentuhannya. Mata kami masih saling mengunci, wajah kami hanya berjarak beberapa inci saja. Aku menginginkannya. Aku begitu menginginkannya hingga aku tidak ingin berhenti menginginkannya. Tarikan di antara kami telah menyiksaku cukup lama, dan sekian lama pula, aku telah melawannya. Menahannya. Namun sekarang, aku sudah selesai melawannya. Tanpa peringatan, aku menangkup wajahnya dan menubrukkan bibirku ke mulutnya, memejamkan mata dan masa bodoh dengan konsekuensinya. Dia menarik napas tajam—suara yang mengalirkan adrenalin hasrat layaknya api liar di sekujur tubuhku—sebelum dia menarikku erat ke dekapannya, bibirnya membalas ciumanku dengan kelaparan yang seketika mengobarkan api yang membakar pembuluh darahku. Tanganku bergerak naik dan mencengkeram rambut basah padatnya, menarik helaiannya dan memancing erangan nikmat darinya. Dia menginginkanku. Dia mendambakanku sama besarnya dengan aku mendambakannya. Dan aku senang kami berdua berada di halaman yang sama dalam godaan ini. ~ Mereka mencuri kekuatanku, membantai orang-orang yang kucintai, dan membunuhku. Namun sekarang, aku kembali untuk membalas dendam—dan sang Pangeran Lycan adalah milikku!
385 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as mengedikkan bahu
Read
+Library
Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suasana lounge hotel bintang lima itu riuh, namun suara ketawa Rhea adalah yang paling nyaring. Dengan segelas wine di tangan kanan dan gaun hitam yang memamerkan bahu mulusnya, Rhea sedang menjadi pusat perhatian. ​"Kalian tahu kenapa pria suka pakai dasi?" Rhea mengerling nakal ke arah teman-teman kantornya. "Supaya kalau mereka terlalu banyak bicara di ranjang, kita punya pegangan untuk menarik mereka lebih dekat... atau membungkam mereka." ​Ledakan tawa pecah. Pria-pria di meja itu menatap Rhea dengan tatapan lapar sekaligus kagum. Mereka menjuluki Rhea sebagai 'Si Singa'—wanita energik yang bicaranya berani, mesum dalam konteks bercanda, dan seolah-olah sudah khatam urusan ranjang. ​Namun, saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, senyum itu memudar begitu Rhea melangkah masuk ke mobilnya. ​Di rumah, suasana hening. Rhea masuk ke kamar, menemukan Gavin sudah menunggunya. Tanpa kata-kata romantis, Gavin menariknya ke tempat tidur. Rhea mencoba membalas, mencoba menjadi 'Singa' yang diinginkan dunia, namun Gavin hanya fokus pada area sensitif Rhea dengan tangannya. Dingin. Terburu-buru. ​Rhea mendesah, namun matanya menatap langit-langit kamar yang kosong. Saat ia hampir mencapai puncak, Gavin menarik tangannya. Pria itu mencium keningnya sekilas—ciuman yang terasa seperti formalitas—lalu berbalik membelakangi Rhea. ​"Mas... tidak bisakah malam ini kita... melakukannya?" bisik Rhea parau. ​"Aku capek, Rhea. Lagipula, bukankah ini sudah cukup membuatmu puas?" jawab Gavin tanpa menoleh. ​Rhea terdiam. Di luar dia adalah predator, tapi di kamar ini, dia hanyalah mangsa yang kelaparan akan kasih sayang yang utuh. Ia tidak tahu, bahwa di balik punggung Gavin, sebuah rahasia besar tersimpan di dalam ponsel yang disembunyikan suaminya di bawah bantal.
317 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as mengedikkan bahu
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status