Withstand the Wound
Setelah itu dia meletakkan tangan kanan ke bahu kiri dan tangan kiri ke bahu kanan, seperti tanda x.
"Pukul bahu bunda pelan-pelan, sambil tarik nafas untuk menstabilkan emosi bunda. Seperti apa yang Abang lakukan," ujar Saguna memperagakan. Dia duduk di depan sang bunda.
Bunda melakukan apa yang Saguna katakan.
"Bunda jangan marah-marah kayak tadi ya," ucap Saguna pelan.
"Kenapa?"
"Bunda kayak nenek-nenek," celetuk Saguna sambil tertawa.